Arief-Poyuono
Arief Poyuono. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – PDI Perjuangan (PDIP) memastikan akan mempolisikan Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono terkait pernyataan ‘wajar PDIP disamakan dengan PKI’.

Dilain itu, Arief Poyuono mengaku tak berniat dan tak mungkin menyamakan PDIP dengan PKI karena dirinya juga berdarah banteng.

Seperti dilansir detik, pada Kamis, 3 Agustus 2017, Arief Poyuono mengaku keturunan kader PDIP. Bahkan, dirinya mengklaim ayahnya merupakan kader Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dulu dipimpin Soekarno, ayah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Oleh karena itu, sangat tidak mungkin dia menyebut PDIP sama dengan PKI. “Nggak mungkin saya mengatakan PDIP itu PKI. Ayah saya sendiri, kakek saya sendiri PNI,” kata Arief Poyuono.

Arief Poyuono mengklaim Megawati Soekarnoputri mengenal ayahnya. Dirinya mengatakan Megawati Soekarnoputri dan ayahnya merupakan teman seperjuangan saat peristiwa Kudatuli (kerusuhan 27 Juli), yakni upaya pengambilan paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 dari tangan Megawati oleh massa pendukung Soerjadi.

“(Ayah saya) Orang PDIP. Ada lah, Ibu (Megawati Soekarnoputri) yang tahu (ayah saya siapa). Pada saat pertarungan Ibu Megawati melawan Soerjadi pun Ayah saya di depan Ibu Megawati,” jelas Arief Poyuono.

Seperti diketahui, Arief Poyuono telah meminta maaf secara terbuka ke PDIP dan pihak yang merasa dirugikan atas pernyataannya tersebut. Jika masih dipolisikan, Arief Poyuono pun menerimanya karena itu hak PDIP. Yang pasti, dirinya sudah meminta maaf.

“Sudah, permintaan maaf bagaimana, kan (sudah) di media (online), orang kagak ada TV. Suratnya sudah di-publish sama saya ke mana-mana, sudah ada surat terbuka, di detik saja sudah dimasukin. Jadi, kurang apa lagi?,” ujar Arief Poyuono.

“Apa kurang saya disuruh kembali ke PDIP? Apa saya harus kembali lagi ke PDIP?” tambahnya.

Sebelumnya, PDIP akan melaporkan Arief Poyuono ke polisi dalam satu atau dua hari ke depan. Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan PDIP Trimedya Panjaitan mengatakan laporan ini akan dilakukan oleh Tim Badan Bantuan Hukum PDIP yang dirinya koordinir. Arief Poyuono akan dilaporkan dengan dua pasal.

“(Pasal pencemaran nama baik) Itu bisa sama ITE. (Arief Poyuono) Dengan sengaja menggunakan media massa apa gitu loh,” tandasnya.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR