Daniel-Johan
Daniel Johan. (foto: Antara/Yudhi Mahatma)

JAKARTA, harianpijar.com – Manuver politik Hary Tanoesoedibjo (HT) yang akan membawa partainya, Perindo, untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mengejutkan banyak pihak. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menganggap dukungan tersebut belum signifikan, pasalnya Perindo tak punya cukup suara untuk mengusung calon presiden (capres) sendiri.

“Fakta politiknya belum (signifikan) karena Perindo kan belum pernah ikut Pemilu. Untuk menentukan (jumlah) kursi maju atau tidaknya capres juga belum bisa, kan?” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Daniel Johan saat dihubungi, pada Rabu, 2 Agustus 2017.

Daniel Johan mengungkapkan hal itu ketika dimintai tanggapan soal apakah dukungan Perindo signifikan bagi Jokowi atau tidak.

Lebih lanjut, kata Daniel Johan, dukungan dari Perindo ke Jokowi masih sebatas pernyataan. Tahun 2019 masih lama dan mungkin saja partai pimpinan HT itu akan berbalik arah di tengah jalan.

“Pilpres masih lama. Semua yang bilang dukung saat ini bisa saja berubah nanti, kan dinamis sesuai peta politik nanti,” kata Daniel Johan.

Walaupun begitu, Daniel Johan menyebut dukungan Perindo ke Jokowi harus disambut dengan baik. Setidaknya, komunikasi yang lebih baik akan terjalin lewat dukungan ini agar pembangunan negeri dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, terkait anggapan dukungan HT ke Jokowi merupakan barter kasus yang sedang dihadapi oleh bos MNC group ini, Daniel Johan mengaku tak melihat indikasi tersebut.

“Setiap dukungan saya rasa perlu disambut dengan baik terlepas dari manapun. Setidaknya akan terjalin komunikasi yang lebih erat dan ini yang dibutuhkan untuk membangun Indonesia lebih baik. Masalah kasus, saya rasa tidak ada hubungannya karena itu kan sudah masuk ke ranah hukum,” jelas Daniel Johan.

Seperti diberitakan, Hary Tanoesoedibjo (HT) menjadi tersangka di kasus SMS yang diduga bernada ancaman terhadap Jaksa Yulianto. HT sendiri membantah dia mengirim SMS bernada ancaman itu.

Selain itu, Jokowi sudah mengantongi dukungan dari Golkar, Nasdem dan PPP untuk Pilpres 2019. Sedangkan, dukungan dari Perindo akan melengkapi amunisi Jokowi menjadi empat parpol, walau sebenarnya Perindo tidak bisa mengusung capres karena baru akan mengikuti Pemilu di 2019.

loading...