Jang-Hyunseung
Jang Hyunseung. (foto: instagram.com/89_h)

harianpijar.com – Setelah secara resmi meninggalkan B2ST atau BEAST (sekarang dikenal dengan “Highlight”) pada 19 April 2016 lalu, penyanyi Jang Hyunseung memposting permintaan maaf serta mengungkapkan apa yang ia rasakan kepada para penggemar.

Pada Senin, 31 Juli 2017, Jang Hyunseung menulis sebuah posting panjang melalui akun Instagram pribadinya, @89_h, ia menceritakan cerita dari sudut pandangnya kepada penggemar setia.

“Halo, ini Jang Hyunseung. Sepertinya ini akan menjadi surat yang panjang tapi saya benar-benar ingin berbagi cerita dari sudut pandang saya.”

. . . . 안녕하세요, 장현승입니다. 긴 글이 될 것 같지만 꼭 전하고 싶었던 제 이야기를 전하고자 합니다. 지난 7년, 탈퇴 전 비스트로 활동하면서 여러분께 너무 과분한 사랑을 받았습니다.어릴 적 TV에서 춤추고 노래하는 가수들이 화려하고 멋있다고 생각했었고, 그때부터 큰 꿈을 가지고 5년의 연습기간을 거쳐 좋은 기회를 통해 멤버들과 함께 비스트로 데뷔할 수 있었습니다. 데뷔를 하고 꿈을 이룬듯 했지만, 활동 당시의 저는 저 나름의 불편함들이 있었고 또 해소되지 않던 음악적 갈증이 있었습니다. 그룹활동과 팀워크를 위한 이해 보다는 제 개인을 고집하는데에 힘을 썼고, 남의 말은 듣고도 곧바로 제 고집과 자존심을 부려 멤버들을 포함한 주변 사람들을 많이 힘들게 했습니다. 그렇게 서서히 빚어진 멤버들과의 벽은 너무 두터워졌고 화합을 선택하는 대신 저는 멀어지는것을 선택 했습니다. 그때 이미 저는 스스로를 통제할 수 있는 능력 마저 상실해 무대를 포함한 모든 공식 석상에서까지 불량한 태도를 보이기에 이르렀고 모든 면으로 참 철없었던 제 모습이 젊음을 즐기는거라 착각까지도 했습니다. 어쩌면 그런것들이 멋이라고까지 생각했습니다.지금 보면 많이 후회스러운 모습들입니다. 고집만큼이나 불필요한 자존심이 쎄서 미안하면 미안하다고 말하는게 어려웠습니다. 하지만 탈퇴 이후, 저에게 많은 일들이 일었고 겪는 과정이 경험이라기엔 많이 힘들었습니다. 그러할때 제 자존심을 내려 놓으니 그동안 치기싫어 버티던 바닥을 칠 수 있었고 , 그렇게 제 나름의 바닥에서 전 깨달음과 자유로움을 얻게 되었습니다. 제 자신은 보지 못하며 남에게 상처들만 남겼습니다. 동시에 저의 경솔하고 이기적인 결정들로 얼마나 큰 상처를 줬는지 이제서야 알게되어 제게 상처 받으신 분들께 정말로 죄송하다는 말씀 꼭 드리고 싶습니다. 죄송합니다.

A post shared by 장현승 (@89_h) on

“Selama 7 tahun terakhir, saya sangat dicintai oleh banyak orang sebelum saya meninggalkan B2ST. Sejak kecil, saya melihat berbagai macam penyanyi dan penari tampil di TV dan saya pikir mereka sangat mengagumkan. Karena itu, saya bisa debut dengan B2ST setelah latihan selama 5 tahun.”

“Saya melakukan debut resmi dan mengira saya telah mencapai impian saya. Namun, selama penampilan saya, saya merasakan perasaan tidak enak ini dan mulai haus akan sesuatu yang lebih. Alih-alih bekerja sebagai tim dengan B2ST, saya lebih fokus untuk mencoba menyenangkan diri sendiri dan cara saya yang keras kepala. Bahkan setelah mendengarkan apa yang orang lain katakan, saya melakukan jalan saya sendiri, yang membuatnya semakin sulit untuk bekerja sama dengan sesama anggota.”

“Akibatnya, dinding antara anggota dan saya menjadi lebih tebal saat saya memilih untuk mendorong mereka menjauh daripada bersatu dengan mereka. Segera, saya tidak bisa mengendalikan diri saat saya mulai menunjukkan sikap negatif di atas panggung ketika menghadiri berbagai acara publik. Saya berpikir bahwa saya telah menikmati masa muda saya sampai saat itu dan menganggapnya keren.”

“Menjadi jauh lebih sulit bagi saya untuk mengatakan bahwa saya menyesal dan mengakui kesalahan saya. Namun, setelah meninggalkan grup, saya dihadapkan pada banyak tantangan dan menyadari apa yang sebelumnya saya alami tidak ada artinya.”

“Saya bisa membiarkan semuanya berjalan dan meletakkan kebanggaan egois saya sendiri dan menjadi tercerahkan. Saya menyadari bahwa saya menyebabkan rasa sakit pada orang lain. Saya ingin mengungkapkan betapa menyesalnya saya karena menyakiti orang lain karena keputusan saya yang terburu-buru dan egois. Saya minta maaf.”

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR