argo-2-2
Kombes Argo Yuwono, pihaknya berharap Novel Baswedan berhenti mengumbar isu di media tapi tidak mau diperiksa oleh penyidik.

JAKARTA, harianpijar.com – Insiden penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sudah lebih dari 100 hari berlalu. Lain itu, sampai saat ini Kepolisian belum kunjung menangkap pelaku dan motifnya.

Sementara, Novel Baswedan menyampaikan unek-uneknya melalui media. Bahkan, penyidik senior KPK itu pesimistis bahwa Kepolisian akan menangkap pelaku penyiraman karena menduga ada keterlibatan petinggi di Korps Bhayangkara dalam aksi teror itu.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Polda Metro Jaya yang menangani kasus itu menganggap Novel Baswedan justru menghambat proses penyidikan Polri. Karena, Novel Baswedan itu justru berbicara hal yang belum pasti ke media.

Baca juga:   Ronny F Sompie: Imigrasi dan Polda Metro Koordinasi Ingin Pulangkan Rizieq Sesuai Prosedur

“Seperti itu ya menghambat,” kata Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Minggu 30 Juli 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Argo Yuwono, informasi yang disampaikan Novel Baswedan di media massa hanya sebatas isu yang justru menjadi penghambat. “Hanya sebatas isu. Kalau isu perlu kami lidik,” lanjut Kombes Argo Yuwono.

Baca juga:   Polda Metro: Pilkada DKI Telah Berakhir, Mari Hilangkan Friksi-Friksi Yang Tidak Baik

Karena itu, juga dikatakan Kombes Argo Yuwono, pihaknya berharap Novel Baswedan berhenti mengumbar isu di media tapi tidak mau diperiksa oleh penyidik. Apalagi terkait dengan adanya penyebutan jenderal di kepolisian yang terlibat dalam kasus penyerangan itu.

“Kalau fakta hukum, ya berikan keterangan. Suratnya apa, saksinya siapa. Karena kalau tidak seperti itu bisa merendahkan kepolisian,” tandas Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of