muhaimin-pkb
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menerima kedatangan perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Lain itu, dalam pertemuan pada Kamis baru lalu itu, HTI juga menyampaikan keinginan agar PKB menolak soal Perppu Ormas.

Menurut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau yang akrap disapa Cak Imin, mengakui sebagai bagian dari pemerintah partainya akan sulit untuk menolak Perppu tersebut.

Lebih lanjut, ditegaskan Muhaimin Iskandar, namun begitu dirinya berjanji akan mengamati satu per satu pasal dalam Perppu untuk mengantisipasi pembubaran organisasi selain HTI.

“Saya berjanji pasal per pasal di Perppu ini harus dikritisi total, karena jangan sampai Perppu anti demokrasi,” tegas Muhaimin Iskandar, Kamis 27 Juli 2017 baru lalu.

Sementara, pengamat politik Universitas Paramadina Budhy Munawar Rachman menilai, sikap PKB terkesan tidak jelas. Seperti ada kegamangan di PKB terkait persoalan Perppu Ormas ini.

Baca juga:   Ketua Umum PBNU: Besok Pemerintah Umumkan Pembubaran Ormas Radikal

“Sikap PKB sejalan dengan pemerintah adalah konsisten sebagai partai pemerintah yang berkuasa. Tapi wacana ikut menolak menjadikan PKB tidak konsisten, dan terlihat gamang dalam menyikapi Perppu ini,” kata Budhy Munawar Rachman saat dikonfirmasi, Jumat 28 Juli 2017.

Namun, juga dijelaskan Budhy Munawar Rachman, dirinya tak melihat kegamangan PKB itu karena PKB tidak ingin kehilangan pemilik suara untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

“Saya kira tidak. Hanya karena kegamangan antara mendukung sepenuhnya ide demokrasi, dan sebagai partai pendukung pemerintah yang ingin memastikan stabilitas negara dari apa yang dibayangkan sebagai ancaman stabilitas negara dari gangguan kelompok radikal,” jelas Budhy Munawar Rachman.

Baca juga:   Jokowi: Enggak Usah Takut, Presidennya Bukan Diktator

Sedangkan, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan menepis wacana bahwa PKB menolak Perppu Ormas yang diteken oleh Presiden Joko Widodo. Justru sebaliknya, PKB malah hendak memberi masukkan berdasar kajian terhadap pasal-pasal yang tertuang dalam Perppu Ormas.

“Bukan gamang, maksud Cak Imin bukan menolak, tapi akan memberi masukan sesuai kajian agar pasal-pasalnya lebih sempurna dengan konstitusi,” kata Daniel Johan.

Lain itu, Daniel Johan juga menampik kalau PKB tidak setuju dengan Perppu Ormas. Sebaliknya, PKB setuju dikeluarkannya Perppu, namun dengan penguatan terhadap pasal-pasal.

“Kita setuju, tapi kita akan memberikan penguatan sehingga bisa relevan untuk setiap jaman,” jelas Daniel Johan.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of