Jawab Kritikan Prabowo, Sekjen PDI-P: Jangan Ambisi Jadi Presiden Keputusan yang Sah Direduksi

Hasto-Kristiyanto
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik keras penetapan ambang batas calon presiden atau presidential threshold sebesar 20-25 persen dalam UU Pemilu. Bahkan, dirinya menyebut itu sebagai lelucon politik yang membohongi rakyat.

Namun, kritikan Prabowo Subianto tersebut ditanggapi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan partai koalisi pendukung pemerintahan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto balik mengkritik pedas Prabowo Subianto dan pihak lain yang terus menerus mencari kesalahan dari penetapan presidential threshold. Lain itu, dirinya tak segan menyebut lawan politik terlalu bernafsu untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.

“Sebaliknya, dipihak lain ketika ada voting di DPR soal presidential threshold yang hasilnya tak membuatnya puas, maka dia katakan bahwa presidential threshold menipu rakyat. Jangan karena ambisi jadi presiden kemudian keputusan yang sah direduksi. Sekali lagi ini hanya karena ambisi,” kata Hasto Kristiyanto melalui siaran persnya, Sabtu 29 Juli 2017.

Baca juga:   Prabowo Subianto: Kalau Semua Saluran Tak Bekerja, Apakah Salah Anak-Anak Kita Turun ke Jalan?

Lebih lanjut, ditegaskan Hasto Kristiyanto, sebagai pemenang Pemilu 2014, PDI-P dihabisi di parlemen saat awal kepemimpinan Presiden Jokowi. Contohnya, pihak yang tidak puas dengan kemenangan Jokowi-JK, mengerahkan segala kekuatan di parlemen.

“Ada yang tak puas lalu ketidakpuasan disalurkan dengan membuat perubahan MD3. Ini fakta politik bagaimana politik tanpa etika dijalankan dengan nafsu kekuasaan semata,” tegas Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto Kristiyanto, apa yang disampaikannya itu bukan karena terbawa perasaan. “Ini bukan baper lho. Itu bukti sikap kita bahwa kebenaran yang akhirnya akan menang. Itulah jalan kita dan keyakinan kita,” kata Hasto Kristiyanto.

Sementara, juga dijelaskan Hasto Kristiyanto, PDI-P juga dihabisi di luar parlemen dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Menurutnya, salah satunya dengan mengaitkan partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Jadi salah besar kalau dinilai dan dituduh bahwa PDI-P sama dengan PKI karena sangat tegas dan kokoh PDI-P di bawah Pancasila. Yang membuat tuduhan tak benar itu bagaikan Sengkuni dalam dunia pewayangan. Dan kita tahu siapa Sengkuni itu karena baru saja diruat di Yogyakarta” jelas Hasto Kristiyanto.

Baca juga:   Riza: Gerindra Yakin Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin Diisi Orang Terbaik

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold (PT) 20 persen adalah sebuah lelucon politik. “Presidential threshold 20 persen itu lelucon politik yang menipu rakyat,” kata Prabowo Subianto.

Lain itu, Prabowo Subianto juga mengaku, dalam paripurna pengesahan UU Pemilu lalu dirinya memerintahkan seluruh kader Partai Gerindra di DPR untuk keluar (walk out). Sebab, dirinya mengaku tidak ingin menjadi bahan tertawaan rakyat.

“Undang-Undang Pemilu baru saja dilahirkan, disahkan oleh DPR RI. Yang kita tidak ikut bertanggungjawab. Karena kita tidak mau diketawakan sejarah,” kata Prabowo Subianto.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar