Hanura: Komentar SBY ke Presiden Jokowi Kadang Miring dan Sinis

Benny-Ramdhani
Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Lain itu, usai melakukan pertemuan tersebut, Prabowo Subianto dan SBY sempat melontarkan ingin membuat gerakan moral untuk mengawasi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika sudah dianggap mencederai rakyat.

Menurut Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani mengatakan, segala macam kritikan yang diucapkan oleh Prabowo Subianto ataupun SBY menyangkut pemerintahan Presiden Jokowi tidak perlu ditanggapi.

“Ya tuduhan Pak SBY juga tidak perlu ditanggapi ya. Komentar-komentar Pak SBY setelah tidak menjadi presiden yang kadangkala agak miring, sinisme kepada pemerintahan Jokowi itu kan bukan pernyataan yang satu kali disampaikan dalam pertemuan dengan Pak Prabowo. Itu pernyataan-pernyataan yang sering diungkapkan,” kata Benny Ramdhani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 28 Juli 2017 kemarin.

Baca juga:   Rapat Paripurna, Presiden Jokowi: Bantu Rakyat Terdampak Letusan Gunung

Lebih lanjut, ditegaskan Benny Ramdhani, partai pendukung pemerintah tengah fokus melaksanakan tujuan nasional, serta menjalani pemerintahan Jokowi-JK dengan baik.

“Kita fokus bagaimana menjawab cita-cita masyarakat dan tujuan nasional yang dikonstruksi dalam pembukaan UUD 45 dan pemerintahan Jokowi-Jk beserta partai pendukung terlebih khusus Hanura serius. Ini sebuah utang sejarah, utang tanggungjawab yang harus dibayar oleh siapapun yang nanti diberikan mandat politik pemerintahan,” tegas Benny Ramdhani.

Sebelumnya diketahui, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan tertutup dengan menghasilkan sejumlah kesepakatan. Salah satu kesepakatan itu adalah membuat gerakan moral.

Baca juga:   Presiden Jokowi Digugat, ACTA Layangkan Gugatan ke PTUN Soal Status Gubernur Ahok

Karena kita partai politik koridor demokrasi, tetapi kami diskusi amanah yang diberikan ke kita semua. Semua harus diabdikan untuk kepentingan rakyat kita pikirkan gerakan moral,” kata SBY saat jumpa pers bersama Prabowo Subianto di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis 27 Juli 2017 lalu.

Selanjutnya, dikatakan SBY, gerakan moral diperlukan mana kala perasaan rakyat dicederai. “Jika aspirasi tidak lagi didengar penyelenggara negara oleh pemimpin (Presiden Jokowi), wajib hukumnya kita mengingatkan, kita memberikan koreksi,” kata SBY.

Bahkan, menurut SBY, gerakan moral itu akan dilakukan secara beradab. Yaitu bertumpu dengan nilai-nilai demokrasi dan tidak akan pernah merusak negara.

“Sebab jika tidak dengan beradab, justru gerakan kami secara politik tidak baik dan tidak benar,” tandas SBY.

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar