Peragaan-Busana-Batik-1
Peragaan busana Batik On Pedestrian di Taman Blambangan Banyuwangi, pada Jumat, 28 Juli 2017. (foto: Kompas/Ira Rachmawati)

BANYUWANGI, harianpijar.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar acara Batik On Pedestrian di Taman Blambangan Banyuwangi, pada Jumat, 28 Juli 2017.

Acara tersebut menjadi awal dari serangkaian peragaan busana Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2017 yang puncaknya akan digelar pada Sabtu, 29 Juli 2017 malam.

Sebanyak 70 model dari kategori anak hingga dewasa berjalan di trotoar yang menjadi catwalknya dan memeragakan busana batik dengan tema Kopi Pecah.

Para model tersebut membawakan busana batik hasil dari desain sendiri maupun hasil kolaborasi dengan desainer lokal dengan tema busana kasual, busana pesta, hingga busana kerja.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, sengaja mempertahankan fashion On Pedestrian untuk mengkampanyekan trotar yang nyaman dan aman bagi pejalan kaki serta mendorong anak-anak muda untuk menyalurkan bakat kreatifnya khususnya di bidang fashion.

“Ini adalah cara Banyuwangi untuk terus mendukung industri batik daerah sekaligus mensupport karya-karya anak bangsa. Motif terus kita perkaya lewat lomba cipta motif batik Banyuwangi. Untuk tahun ini kita memilih motif Kopi Pecah, salah satu motif batik yang di miliki Banyuwangi,” kata Abdullah Azwar Anas.

Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Putri Indonesia 2017 Bunga Jelita Ibrani dan istri Wakil Gubernur Jawa Timur Fatma Saifullah Yusuf.

Pada puncak perhelatan BBF yang digelar Sabtu, 29 Juli 2017 malam, akan diramaikan oleh penampilan karya pelaku batik lokal yang akan berkolaborasi dengan 10 desainer nasional dan internasional.

SUMBERKompas
BAGIKAN