Menko Polhukam: HTI Dibubarkan karena Anti Pancasila kok Masih Dibela?

wiranto-5-3
Wiranto, HTI dibubarkan karena jelas-jelas pidato mereka tidak cocok dengan demokrasi, nasionalisme, dan NKRI.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengakui merasa heran karena masih ada pihak yang membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Wiranto menyampaikan rasa keheranannya tersebut dalam Rapat Koordinasi Pembekalan kepada Para Rektor/Ketua/Direktur dan Koordinator Kopertis Perguruan Tinggi dalam rangka Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi Mahasiswa Baru Tahun 2017, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu 26 Juli 2017.

Baca juga:   Wiranto: Tidak Mudah Kirim Pasukan TNI Ke Marawi Filipina

“(HTI) Dibubarkan kok masih dibela? Dibela, katanya karena tidak berperikemanusiaan, melanggar undang-undang dan sebagainya. Ya tidak apa-apa, saya hanya heran, nggak kongkret,” kata Wiranto.

Lebih lanjut, ditegaskan Wiranto, izin badan hukum HTI dicabut karena dianggap anti-Pancasila dan ingin mengubah dasar negara dari republik menjadi khilafah.

Pencabutan izin badan hukum HTI dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Baca juga:   Menko Polhukam: Kita Tahu Siapa yang Dapat Untung dari Kerusuhan Papua

“Jadi, HTI dibubarkan karena jelas-jelas pidato mereka tidak cocok dengan demokrasi, nasionalisme, dan NKRI,” tegas Wiranto.

Karena itu, jelas Wiranto, perlu ada kesadaran bela negara bagi masyarakat Indonesia. “Ya kalau begini bagaimana? Maka perlu ada kesadaran bela negara,” tandas Wiranto.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar