Kendala Polri Ungkap Kasus Novel Baswedan

Kombes-Argo-Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (foto: NET/Luther Hutagaol)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya masih belum menemui titik terang untuk kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Selain itu, kasus yang sudah lebih dari 100 hari tersebut baru membuahkan hasil sketsa foto pelaku.

Sementara, puluhan saksi sudah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ini. Bahkan, Novel Baswedan sempat mengungkapkan adanya keterlibatan jenderal polisi dalam kasusnya kepada salah satu media asing.

Berdasarkan informasi tersebut, Polri dan KPK lantas meminta penyidik senior KPK Novel Baswedan untuk mengungkapkannya. Bahkan, komunikasi dengan KPK telah dilakukan sebagai upaya mempercepat menguak siapa pelaku penyiraman Novel Baswedan.

Selesai melakukan pertemuan, KPK dan Polri sepakat untuk melakukan penyelidikan bersama. Bahkan kedua lembaga penegak hukum ini sepakat untuk menemui Novel Baswedan yang tengah dirawat di Singapura demi meminta keterangan terkait adanya jenderal dalam kasusnya.

Selain itu, Ketua KPK Agus Rahardjo akan mendampingi tim dari Polri untuk menemui Novel Baswedan di Singapura. Lain itu, tujuan tim ini adalah untuk mengonfirmasi terkait pernyataan penyidik senior KPK itu terkait adanya keterlibatan jenderal dalam kasus penyiraman air keras.

“Nanti kalau kita ke Singapura, kita koordinasikan dokternya. Bahkan mungkin untuk menenangkan Novel saya menawarkan diri ke sana, saya akan mendampingi timnya berangkat ke Singapura,” kata Agus Rahardjo saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin 19 Juni 2017 lalu.

Walaupun sudah ada niatan tersebut, namun upaya untuk melakukan konfirmasi ke Novel Baswedan tak kunjung terealisasi. Bahkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengklaim, dalam waktu dekat polisi akan mengkonfrontasi sketsa-sketsa itu ke tiga saksi kunci yang telah dimintai keterangan.

Baca juga:   Mahfud MD: Dirinya Siap Adu Argumen Dengan Pansus Hak Angket KPK

Menurut Kombes Argo Yuwono, nantinya juga, sketsa-sketsa wajah itu akan dikonfrontasi ke Novel Baswedan. Tiga sketsa dibuat berdasarkan keterangan tiga saksi kunci yang mengaku melihat orang mencurigakan saat kejadian.

“Makanya ini sedang kita dalami kembali sketsa itu, karena ada saksi yang inisial E itu dia melihat ada orang di depan rumah Novel saat itu sedang menunduk. Sedang kita cek situasi sekitar jam 5 pagi posisi menunduk ini kira-kira seperti apa,” kata Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa 4 Juli 2017 lalu/.

Sementara, tim gabungan Polri dan KPK tidak juga berangkat ke Singapura. Mereka belum dapat memintai keterangan Novel Baswedan lantaran dokter yang menanganinya masih belum memberikan izin.

Penyelidikan belum menambah fakta baru, beredar video Novel Baswedan di media sosial. Dalam video tersebut, Novel Baswedan mengungkapkan peristiwa penyiraman air keras yang ia alami tak serta merta mengendurkan semangatnya.

“Saya ingin menyampaikan semangat kepada rekan-rekan semuanya bahwa saya tentunya dengan kejadian ini berharap tidak akan mengendur atau berkurang semangat,” kata Novel Baswedan.

Lain itu, Novel Baswedan juga membakar semangat penyidik KPK lainnya dan berharap peristiwa tersebut tidak mematahkan langkah pemberantasan korupsi.

“Saya berharap dengan kejadian ini justru menambah semangat terkait dengan pemberantasan korupsi, terkait dengan hal-hal lain yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua,” tegas Novel Baswedan.

Baca juga:   Ketua Pemuda Muhammadiyah: Jangan Sebut Amien Rais Sebagai Pelaku Korupsi

Dengan begitu, Novel Baswedan juga menilai, upaya segelintir pihak untuk menggemboskan kinerja KPK dengan peristiwa penyiraman air keras itu akan sia-sia.

“Begitu juga dengan harapan orang-orang yang telah berupaya menyerang saya untuk memendam untuk menghentikan langkah-langkah pemberantasan korupsi, saya ingin menunjukkan bahwa harapan orang-orang itu akan sia-sia, tidak ada gunanya.”

Seperti diketahui, Novel Baswedan saat ini masih menjalani perawatan medis di Singapura. Novel Baswedan diserang dua orang tak dikenal pada 11 April lalu. Dua orang itu menyiramkan air keras ke wajah penyidik yang tengah menangani perkara korupsi proyek e-KTP ini. Hingga kini, pelaku penyiraman masih belum terungkap.

“Dan saya tegaskan bahwa itu tidak akan bisa sebagaimana yang mereka harapkan ini juga sebagai bukti semangat kita semua semangat anak muda pemuda Indonesia yang dengan begini kita berharap ke depan semakin kuat, semakin perhatian dengan kepentingan negara dan bangsa dan kepentingan orang banyak,” tuturnya.

Terkait kondisi mata Novel Baswedan usai disiram air keras, dirinya mengungkapkan, kini tengah dalam proses penyembuhan. Terutama mata kiri Novel yang memerlukan waktu lebih lama dalam proses penyembuhannya.

“Mengenai mata saya sekarang memang sedang dalam tahap proses penyembuhan, terutama mata kiri yang prosesnya perlu waktu dan ada perlu tahapan operasi untuk menyelesaikan agar bisa fungsi melihatnya kembali yang jelas saya ingin menyampaikan semangat kepada rekan-rekan semuanya bahwa saya tentunya dengan kejadian ini berharap tidak akan mengendur atau berkurang semangat,” tandas Novel Baswedan.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar