Irjen-Sudjarno
Kapolda Lampung Irjen Sudjarno. (foto: Poskota)

LAMPUNG, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Irjen Sudjarno mengakui sejumlah wilayah hukumnya terpapar radikalisme. Bahkan ditegaskan Irjen Sudjarno, banyak warganya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

“Ada (ke Suriah). Termasuk yang sudah dideportasi dari sana, datanya itu ada 89 orang,” tegas Irjen Sudjarno di Polda Lampung, Senin 24 Juli 2017.

Lebih lanjut, dikatakan Irjen Sudjarno, sejumlah cara sudah dilakukan untuk menangkal radikalisme di tengah masyarakat. Salah satunya, mengajak pondok pesantren besar di Lampung bersama menangkal gerakan radikalisme sejak 2013.

Baca juga:   Tiga WNI Asal Jawa Barat di Deportasi Turki, Diduga Hendak Gabung ISIS

“Di situ ada juga mantan napi teroris kita garap pelan-pelan dengan kami. Sejak dua tahun ini dia mulai muncul rasa sayang dengan NKRI. Hal-hal seperti itu yang tadinya dia sudah terpapar dengan paham radikalisme itu sudah kita lakukan,” kara Irjen Sudjarno.

Namun, Irjen Sudjarno juga mengatakan, tidak semua pesantren mau diajak bekerja sama. Namun, dirinya menyakini dengan pendekatan lembut kelak pasti bisa membuahkan hasil.

Baca juga:   Jimly Asshiddiqie: Biar Ada Efek Jera, Diminta Pemerintah Cabut Paspor WNI Eks ISIS

Sementara, juga dijelaskan Irjen Sudjarno, Polda Lampung juga kerap melakukan pendekatan ke wilayah pesisir yang diketahui tidak pernah melakukan kegiatan nasionalisme. Ini untuk memunculkan rasa cinta pada NKRI.

“Nah kegiatan ini harus terus dilakukan kami sangat peduli sejak di usia dini,” tandas Irjen Sudjarno.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar