Komjen-Syafruddin-1
Wakapolri Komjen Syafruddin. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Syafruddin membantah adanya keterlibatan jenderal dalam teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari KPK, Novel Baswedan tidak pernah menyebut ada jenderal yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Informasi yang kami dapat dari KPK tidak ada penyebutan itu, tidak pernah menyebut itu, itu disebut oleh pihak ketiga oleh para pihak,” kata Komjen Syafruddin saat dikonfirmasi di Mabes Polri, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

Baca juga:   Antasari Azhar: Secara Formal Yuridis, Saya Tak Melihat Ketua KPK Baru Firli Bahuri Melanggar

Lebih lanjut, ditegaskan Komjen Syafruddin, isu ini sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba Polri dengan KPK. Bahkan, tidak menutup kemungkinan isu ini dihembuskan untuk memperburuk situasi Novel Baswedan.

“Bisa saja isu itu dibangun oleh pihak-pihak tertentu untuk mengadu domba Polri dan KPK, untuk memperburuk situasi Novel sendiri,” tegas Komjen Syafruddin.

Sementara, juga dikatakan Komjen Syafruddin, disisi lain penyelidikan kasus penyiraman Novel Baswedan saat ini lebih terarah. Bahkan, anggota KPK sudah dilibatkan dalam tim gabungan untuk mengusut kasus tersebut.

Baca juga:   Usai Diperiksa KPK, Farhat Abbas Ungkap Inisial Nama Politikus Yang Tekan Miryam

Sehingga, hal ini diharapkan bisa mematahkan kecurigaan publik terhadap isu keterlibatan jenderal dalam kasus tersebut. Lain itu, saat ini tim gabungan tengah berada di Rumah Sakit Singapura untuk meminta keterangan Novel Baswedan.

“Enggak mungkin Polri macam-macam lah, ada unsur KPK-nya di dalam. Lebih mengarah, lebih tidak dicurigai karena gabung, sekarang lagi proses di RS Singapura minta keterangan yang lebih akurat,” tandas Komjen Syafruddin.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of