Polri Minta HTI Tidak Lagi Lakukan Semua Bentuk Kegiatan

Irjen-Setyo-Wasisto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (foto: NTMC Polri)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan, tidak bakal segan-segan membubarkan seluruh aksi maupun kegiatan yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) setelah ormas tersebut dinyatakan ilegal.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, HTI diminta tidak lagi menggelar aksi massa maupun segala acara termasuk diskusi atau seminar.

“Setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pengganti Perundang-undangan (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 dan badan hukum HTI dicabut, maka polisi punya dasar kuat untuk membubarkan aksi ataupun kegiatan mereka,” kata Irjen Setyo Wasisto, Senin 24 Juli 2017 kemarin.

Baca juga:   Kadiv Humas Polri: Polisi Punya Bukti Kuat Jadikan Hary Tanoesoedibjo Sebagai Tersangka

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Setyo Wasisto, seluruh jajaran kepolisian juga tidak bakal memberikan izin maupun menerima surat pemberitahuan HTI sebelum melakukan demonstrasi atau kegiatan lainnya.

“Kalau mereka melayangkan surat izin ataupun pemberitahuan demonstrasi, diskusi, seminar, atau apa pun, kami tidak mau mengakomodasinya. Kami tidak bakal memberi izin,” tegas Irjen Setyo Wasisto.

Seperti diberitakan, Pemerintah pada Rabu 19 Juli 2017, secara resmi membubarkan organisasi masyarakat HTI. Lain itu, pembubaran HTI ditandai dengan pencabutan Surat Keputusan (SK) Badan Hukum HTI oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), setelah penerbitan Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang ormas.

Baca juga:   Mendagri: Diluar Teriak Anti-Pancasila, Pemerintah Bisa Bubarkan HTI

Selain itu, HTI dinyatakan ilegal karena dianggap mempunyai asas dan seluruh aktivitasnya bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila. Mereka juga disebut ingin mengganti sistem kenegaraan Indonesia dari Republik menjadi Khilafah.

SUMBERSuara

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini