Jokowi Panggil Partai Pro Pemerintah ke Istana, PAN Tak Diundang

jokowi-partai-pendukung
Politikus Partai NasDem Johnny G Plate, kehadiran mereka untuk membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

JAKARTA, harianpijar.com – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tidak diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri pertemuan bersama partai pendukung pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

“Kalau ke saya, tidak tahu ya. Memang ada pertemuan,” kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto saat dikonfirmasi.

Menurut Yandri Susanto, dirinya bahkan tidak mendapat pemberitahuan dalam bentuk apapun terkait pertemuan sore ini. Dirinya pun justru menghadiri undangan acara yang disiarkan secara langsung oleh Trans TV.

Baca juga:   PDIP Dukung Usulan Film G30S/PKI Dibuat Ulang

“Saya tidak terima undangan kok. SMS tidak ada, apa tidak ada,” kata Yandri Susanto.

Sementara, Presiden Jokowi memanggil sejumlah perwakilan partai politik pendukung pemerintah ke Istana Merdeka, Senin 24 Juli 2017.

Sedangkan, menurut politikus Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, kehadiran mereka untuk membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Diundang Presiden. Membahas Perppu nomor 1 dan Perppu 2,” kata Johnny G Plate di Kompleks Istana Kepresidenan.

Selanjutnya, Ketua Fraksi Partai Hanura Nurdin M Tampubolon mengatakan, undangan dari Jokowi merupakan agenda dadakan. Dirinya menuturkan, dirinya baru menerima undangan panggilan.

Baca juga:   Bara Hasibuan: Mayoritas DPW PAN Ingin Bergabung ke Jokowi-Ma'ruf Amin

Berdasarkan pantauan, belasan perwakilan partai itu masuk melalui jalur tamu biasa sekitar pukul 15.40 WIB.

Mereka yang hadir antaralain Idrus Marham (Partai Golkar), Agus Gumiwang (Partai Golkar), Melchias Mekeng (Partai Golkar), Robert Kardinal (Partai Golkar), Johnny G Plate (Partai Nasdem), Utut Adianto (PDI Perjuangan), Amir Uskara (PPP), Reni Marlinawati (PPP), Nurdin M Tampubolon (Partai Hanura), dan I Gusti Agung Rai Wirajaya (PDI Perjuangan).

SUMBERCNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini