Polisi Sambut Baik Kabar Rizieq Shihab Pulang

argo-1
Kombes Argo Yuwono, apabila kabar kepulangan Rizieq Shihab benar, polisi bakal langsung melakukan pemeriksaan saat Rizieq Shihab tiba di tanah air.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyambut baik ada kabar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab berencana pulang ke Indonesia pada 17 Agustus 2017 mendatang. Lain itu, Rizieq Shihab adalah buronan kasus dugaan pornografi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, kepolisian senang jika pimpinan FPI Rizieq Shihab pulang ke Indonesia. Lain itu, Rizieq Shihab yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi belum pernah dimintai keterangan. Bahkan, saat ini keberadaamnya masih di Arab Saudi.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Argo Yuwono, apabila kabar kepulangan Rizieq Shihab benar, polisi bakal langsung melakukan pemeriksaan saat Rizieq Shihab tiba di tanah air.

Baca juga:   Empat Tersangka Makar Jalani Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

“Kalau pulang lebih bagus segera kita periksa,” tegas Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin 24 Juli 2017.

Selain itu, dikatakan Kombes Argo Yuwono, pihaknya menanggapi perihal permintaan tim kuasa hukum Rizieq Shihab agar penyidikan kasus yang juga membelit Firza Husein agar dihentikan.

Sementara, kata polisi penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus tersebut harus memenuhi syarat yang berlaku. Namun, Kombes Argo Yuwono menyampaikan sejauh ini polisi telah menemukan alat bukti yang kuat untuk menjerat Rizieq Shihab sebagai tersangka.

“Penghentian kasus ada syaratnya, seperti tidak ada tindak pidana, kadaluwarsa dan kasusnya masih berjalan,” kata Kombes Argo Yuwono.

Baca juga:   Ninoy: Anggota DKM Al-Falah Nyatakan Disuruh untuk Beri Pernyataan 'Tak Ada Pemukulan di Masjid'

Sedangkan, polisi telah menetapkan Rizieq Shihab dan Firza Husein sebagai tersangka kasus dugaan pornografi yang beredar melalui situs baladacintarizieq.com.

Akibatnya, Rizieq Shihab dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Sedangkan, Firza Husein disangka melanggar Pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau pasal 6 juncto pasal 32 dan atau pasal 8 juncto pasal 34 Undang-Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

SUMBERSuara

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini