Kombes-Yusri-Yunus
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus. (foto: google images)

BANDUNG, harianpijar.com – Beberapa wilayah di Jawa Barat (Jabar) menjadi basis jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Lain itu, jumlah anggotanya mencapai kurang lebih 3.000 orang.

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di Bandung, Jumat 20 Juli 2017.

Menurut Kombes Yusri Yunus, pihaknya mendapat informasi itu dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Adapun beberapa wilayah itu diantaranya Cianjur dan Bandung Raya. Ada juga kelompok lain dari JAD yang menjadi sel baru.

Selanjutnya, dikatakan Kombes Yusri Yunus beberapa waktu lalu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan JAD berafiliasi dengan Islamic State atau ISIS.

“Untuk JAD Cianjur itu, yang beberapa waktu lalu berhasil kami amankan di Sukabumi dan Cianjur. Mereka merencanakan penyerangan ke Polsek di Cianjur dan Polres Sukabumi,” kata Kombes Yusri Yunus di Polda Jabar, Kota Bandung.

Baca juga:   Imbau Warga Tak Gelar Aksi pada 22 Mei, Polri: Ada Indikasi Teror

Lebih lanjut, Kombes Yusri Yunus menegaskan, anggota JAD Bandung Raya sudah dibekuk beberapa waktu lalu. Mereka merupakan tersangka pelaku teror yang meledakkan bom di kawasan Cicendo, Bandung dan Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

“Kami amankan juga orang yang memberikan motivasi kepada para pelaku teror,” tegas Kombes Yusri Yunus.

Sedangkan, Kombes Yusri Yunus mengatakan, sel baru jaringan JAD melakukan aksi teror di beberapa wilayah di Bandung. Misalnya Braga, Astana Anyar, Gereja dan Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Namun, mereka belum beraksi. Karena, rencana itu digagalkan setelah polisi menangkap beberapa orang di Bandung.

“Sel-sel baru ini, masih kita kejar baru enam terduga teroris yang berhasil kami amankan. Termasuk AW yang menjadi otak pembuat dan perencanaan aksi teror di beberapa tempat yang berhasil kita amankan,” kata Kombes Yusri Yunus.

Baca juga:   Polisi Tangkap Penyebar Hoax Serangan Teroris Mapolda Sumut

Sel baru JAD, dikatakan Kombes Yusri Yunus, bergerak sendiri tanpa arahan atau lone wolf. Mereka menggunakan media internet untuk mempelajari radikalisme dan membuat bom.

Beberapa hari lalu, polisi dan Densus 88 Antiteror menangkap enam terduga teroris yang berasal dari sel baru. Yaitu AW, AA, AR, KDR, RS, dan YC. Mereka kemudian dibawa ke markas Densus 88 Antiteror untuk diperiksa.

Saat ini, ditegaskanKombes Yusri Yunus, polisi dan Densus 88 tengah memetakan keberadaan JAD di Jabar. Karena, dirinya juga mengimbau kepada warga agar peka dengan lingkungan.

Utamanya, pendatang yang jarang bergaul. Biasanya, pelaku teror enggan bergaul dengan masyarakat.

“Apabila ada gerak-gerik yang mencurigakan. Masyarakat sebetulnya tahu mengenai hal ini, namun mereka enggan melapor,” tandas Kombes Yusri Yunus.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of