Mendagri: Kalau Pemerintah Egois, Tanpa Persetujuan DPR Perppu Ormas Sudah Jalan

mendagri-3
Tjahjo Kumolo, dulu yang 2013 menolak UU ormas orangnya, partainya, fraksinya, ormasnya juga sama, dan tokoh masyarakatnya.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan implementasi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus menunggu persetujuan DPR.

Menurut Tjahjo Kumolo, Presiden Joko Widodo disebut enggan langsung menerapkan Perppu Ormas tanpa persetujuan DPR. Dirinya juga mempersilakan warga Indonesia untuk mengajukan uji materi atas Perppu itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kalau pemerintah mau ikuti ego tanpa persetujuan DPR pun sudah bisa dilaksanakan Perppu itu. Tapi, Pak Jokowi mempersilakan bagi ada masyarakat yang tidak puas, ya silakan mengajukan ke MK misalnya,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa 18 Juli 2017 kemarin.

Baca juga:   Mahkamah Kehormatan Dewan Minta Pelapor Fadli Zon Lengkapi Berkas

Lebih lanjut, ditegaskan Tjahjo Kumolo, dirinya juga mengungkit proses pembahasan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2013 beberapa tahun lalu untuk dibandingkan dengan pro-kontra penerbitan Perppu Ormas.

“Dulu yang 2013 menolak UU ormas orangnya, partainya, fraksinya, ormasnya juga sama, dan tokoh masyarakatnya. Tidak ada masalah, ini negara hukum ikuti prosesnya secara hukum,” kata Tjahjo Kumolo tentang proses hukum uji materi atas Perppu yang akan berjalan.

Baca juga:   F-PKS: Putuskan Saja Sendiri, Tidak Usah Pakai Rapat

Berdasarkan data, terdapat tiga fraksi di DPR yang pada 2013 menolak pengesahan RUU Ormas menjadi undang-undang. Ketiga fraksi itu adalah PAN, Gerindra, dan Partai Hanura.

Sementara, saat ini gelombang penolakan atas terbitnya Perppu Ormas juga muncul dari kalangan masyarakat sipil maupun anggota fraksi di DPR. Lain itu, ancaman tidak mengesahkan Perppu Ormas dalam sidang paripurna DPR bahkan sempat mencuat.

SUMBERCNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini