Ratusan Massa HTI Gelar Aksi Tolak Perppu Ormas

massa-hti
Rokhmat S Labib, rakyat Indonesia perlu diberitahu bahwa perppu tersebut mengancam kebebasan masyarakat.

JAKARTA, harianpijar.com – Ratusan orang massa dari ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mulai berdatangan dan berkumpul di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Kawasan Barat Monas, Jakarta Pusat. Lain itu, mereka datang untuk menggelar aksi protes terhadap pemerintah tentang Perppu Ormas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang menggelar aksi di dekat patung kuda, Monas, tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang berada di depan adalah jemaah laki-laki, kemudian di bagian belakang khusus untuk jemaah perempuan.

Mereka mulai datang ke Patung Kuda sekitar pukul 13.00 WIB, sebelumnya melaksanakan salat dzuhur dan long march dari Masjid Istiqlal. Sambil menunggu aksi dimulai, tidak jarang mereka melantunkan shalawat serta takbir secara bersama-sama.

Baca juga:   Polri: Rencana Pembubaran Ormas HTI, Tinggal Tunggu Keputusan Resmi Pemerintah

Sementara, arus lalu lintas sekitar tempat demonstrasi berlangsung masih terpantau normal. Namun, ratusan polisi disiagakan di sekitar jalan Medan Merdeka Barat untuk mengamankan jalannya aksi, water cannon dan mobil barracuda juga disiagakan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, belum ada penutupan jalan serta rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya diketahui, ormas HTI berencana menggelar aksi protes menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas.

“Besok Selasa 18 Juli 2017 di Patung Kuda Jalan Merdeka Barat kita akan ada aksi. Kita lihat di medsos sudah banyak pengumuman aksi dilakukan di berbagai daerah termasuk di Jakarta,” kata Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib di gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Senin 17 Juli 2017 kemarin.

Baca juga:   Ditangkapnya Sekjen FUI, Parmusi: Upaya Kriminalisasi Terhadap Ulama Kerap Terjadi, Lebih Kejam Dari Orde Baru

Menurut Rokhmat S Labib, rakyat Indonesia perlu diberitahu bahwa perppu tersebut mengancam kebebasan masyarakat. Karena itu, rakyat harus bangkit dan melakukan perlawanan.

“Makanya rakyat perlu diberitahu tentang pasal-pasal yang mengancam mereka. Kalau mereka tahu pasal yang mengancam mereka 5-20 tahun, hanya karena dia jadi anggota ormas tanpa ada kesalahan maka saya kira rakyat akan bangkit melakukan perlawanan,” tandas Rokhmat S Labib.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar