Polda Metro Jaya Resmi Tahan Muhammad Hidayat Situmorang Pelapor Kaesang

muhammad-hidayat
Pelapor Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat Situmorang. (foto: google images).

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi kembali menahan Muhammad Hidayat Situmorang. Lain itu, Muhammad Hidayat Situmorang ditahan atas kasus ujaran kebencian yang menjeratnya sejak tahun lalu.

Sebelum ditahan, Muhammad Hidayat Situmorang, Jumat 14 Juli 2017 pada pukul 09.00 WIB, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Namun, usai menjalani pemeriksaan selama 12 jam, Muhammad Hidayat Situmorang dipastikan ditahan penyidik.

Selanjutnya, Muhammad Hidayat Situmorang sekitar pukul  23.00 WIB, keluar dari Gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Lain itu, Muhammad Hidayat Situmorang yang dikawal sejumlah polisi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ruang tahanan.

“Saya bilang penahanan ini adalah kriminalisasi dalam bentuk lain oleh penguasa yang zalim,” kata Muhammad Hidayat Situmorang sambil menuju ruang pemeriksaan kesehatan di Polda Metro Jaya, Jumat 14 Juli 2017 malam.

Berdasarkan pengakuan Muhammad Hidayat Situmorang, selama 12 jam di ruang penyidik, tidak ada pemeriksaan. Bahkan, dirinya menolak diperiksa karena tidak didampingi kuasa hukum.

Baca juga:   Terkait Dugaan Kasus Makar Firza Husein, Polda Metro Jaya Panggil Tommy Soeharto Pekan Depan

“Saya belum bersedia memberikan keterangan karena tidak ada penasehat hukum. Tidak ada pemeriksaan, langsung ditahan” jelas Muhammad Hidayat Situmorang.

Lebih lanjut, ditegaskan Muhammad Hidayat Situmorang, dirinya menilai polisi tidak punya alasan kuat untuk menahannya. Lain itu, menurut Muhammad Hidayat Situmorang polisi sewenang-wenang menahan dirinya.

Sementara, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait penahanan Muhammad Hidayat Situmorang.

Seperti diberitakan, Muhammad Hidayat Situmorang sebelumnya memang masih tersandung kasus ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Lain itu, Muhammad Hidayat Situmorang diduga menyebarkan ujaran kebencian dengan mengunggah video percakapan Irjen M Iriawan dengan massa Front Pembela Islam (FPI) saat unjuk rasa Jumat 4 November 2017 atau dikenal aksi 411.

Dalam video yang diunggah Muhammad Hidayat Situmorang berjudul ‘Terungkap Kapolda Metro Jaya provokasi massa FPI agar serang massa HMI’. Dalam kasus itu, ikut juga disita barang bukti berupa satu unit telepon genggam, satu unit komputer jinjing, dan satu unit modem.

Baca juga:   Polda: Kasus Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Masih Berlanjut

Sementara, Muhammad Hidayat Situmorang dijerat Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Bahkan, Muhammad Hidayat Situmorang, sempat ditahan, lalu ditangguhkan. Nama Muhammad Hidayat Situmorang kembali muncul usai dirinya melaporkan Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo, ke polisi.

Dalam laporannya, Muhammad Hidayat Situmorang menilai Kaesang Pangarep melakukan ujaran kebencian dalam unggahan vlog di akun Youtube-nya.

Namun, kepolisian memastikan pelaporan Muhammad Hidayat Situmorang tidak bisa dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat. Selanjutnya, Kasus Kaesang Pangarep dinyatakan ditutup.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar