Sebelum Keluar Dari Penjara, Sekjen FUI Dikasih Sarapan Sop Iga Bakar

sekjen-fui
Muhammad Al Khaththath, selama menjalani penahanan dirinya merasakan perlakuan yang baik dari penyidik.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath akhirnya bisa menghirup udara segar lagi setelah permohonan penangguhan penahanan yang diajukan keluarganya dikabulkan polisi. Lain itu, Muhammad Al Khaththath ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pemufakatan makar.

“Alhamdulillah kami ucapkan terimakasih kepada kepolisian telah memenuhi permintaan pengacara kami tim pengacara muslim sudah mengajukan penangguhan, Alhamdulillah ditangguhkan, sama saya di Mako Brimob, di rutan narkoba, maupun Ditreskrimum,” kata Muhammad Al Khaththath di Polda Metro Jaya, Rabu 12 Juli 2017.

Sebelum dipindahkan ke rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya, Muhammad Al Khaththath ditahan dirutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Menurut Muhammad Al Khaththath, selama menjalani penahanan dirinya merasakan perlakuan yang baik dari penyidik.

“Alhamdulillah diperlakukan sebaik-baiknya, bahkan tadi pagi dikasih sarapan pagi, sop iga bakar, semua baik-baik saja, sehat-sehat saja,” kata Muhammad Al Khaththath.

Baca juga:   Soal Kasus Makar, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi Dipanggil Polda Sumut

Lebih lanjut, dijelaskan Muhammad Al Khaththath, bahwa dirinya banyak mendapat hikmah selama menjalani masa penahanan. Selama di penjara, dirinya semakin khusyuk beribadah dan membaca Al Quran. Dirinya mengaku berat badan turun hampir 10 kilogram.

“Dan selama saya ditahan Alhamdulillah banyak hikmah yang saya peroleh, bisa khatam Al Quran berkali-kali, saya bisa menulis pengalaman di tahanan dengan bahasa arab, Insya Allah bisa jadi buku, termasuk saya bisa menurunkan berat badan saya 10 kilogram yang ini menjadi bekal saya di luar, membuka peluang bapak ibu semuanya meminta saran berat badan diturunkan, saya siap memberikan pelatihan,” kata Muhammad Al Khaththath.

Sementara, menurut Pengacara Muhammad Al Khaththath, Achmad Michdan, proses hukum terhadap Muhammad Al Khaththath tetap berjalan, meskipun tidak ditahan lagi.

“Yang jelas bahwa dengan penangguhan ini salah atau bukti bahwa Pollri telah memenuhi syarat permohonan yang kami ajukan, bahwa seyogianya pak Al Khaththath ditangguhkan, proses lebih lanjut nanti,” kata Ahmad Michdan.

Baca juga:   Rikwanto: Penangkapan Muhammad Al Khaththath Cs Sesuai Prosedur, Juga Memiliki Bukti Kuat

Sedangkan, dijelaskan pengacara Kapitera Ampera, yang menjadi penjamin penangguhan penahanan Muhammad Al Khaththath adalah istri. “Dengan syarat wajib lapor,” kata Kapitra Ampera.

Seperti diberitakan, Muhammad Al Khaththath ditangkap di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, menjelang demonstrasi pada 31 Maret 2017. Lain itu, aksi tersebut untuk menuntut Presiden Joko Widodo memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan gubernur Jakarta.

Dalam kasus ini, Muhammad Al Khaththath dijerat dengan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar.

Selain Muhammad Al Khaththath, polisi juga menangkap rekannya yang berinisial ZA, IR, V, dan M. Mereka diduga melanggar Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar