Kombes-Yusri-Yunus
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus. (foto: google images)

BANDUNG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mengatakan terduga teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri sebelum perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, berencana akan melakukan penyerangan ke Mapolsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Sebelum lebaran petugas menangkap tersangka berinisial RZ dan AZ di Cianjur kemudian dikembangkan dan berhasil menangkap HSS pada Senin (10/7) di Cianjur dan menyusul AAB alias Abu Umar tertangkap di Sukabumi pada Selasa, (11/7),” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, Selasa 11 Juli 2017.

Menurut Kombes Yusri Yunus, berdasarkan informasi, terduga jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini sudah menyiapkan persenjataan untuk melakukan penyerangan selain ke Mapolsek Cisaat juga Mapolsek Cianjur Kota, Cianjur.

Baca juga:   Pengamat: Indonesia Berpotensi Jadi Sasaran Serangan ISIS

Selain itu, diduga HSS merupakan penyuplai senjata dan peluru kepada RZ dan AZ, namun sebelum melakukan aksinya mereka keburu tercium Tim Densus 88. Lain itu, keempat teroris yang ditangkap secara terpisah ini diduga masih satu jaringan.

Untuk HSS ditangkap di Kampung Pajaya, Desa sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Sementara Abu Umar ditangkap di Kampung Bobojong, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya, jaringan ini berencana melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dengan sasaran anggota polisi yang tengah bertugas di kedua polsek tersebut dan etnis keturunan.

Baca juga:   Polda Jabar: Tim Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Berperan Jadi Motivator Bom Kampung Melayu

“Keempatnya merupakan sel baru JAD dan ada kaitannya dengan Kelompok Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur,” kata Kombes Yusri Yunus.

Sementara, terkait ada rencana aksi penyerangan Markas Polsek Cisaat, petugas meningkatkan penjagaan, bahkan pintu masuk ke kantor polisi tersebut di barikade atau dihalangi portal dan pembatas jalan.

Selain itu, setiap anggota polisi yang bertugas pun minimalnya harus dua orang sehingga bisa saling mengawasi dan menjaga untuk menjaga keamanan dari aksi serangan pelaku teror.

Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of