Kapolda Sumsel: Polisi dan TNI Tidak Takut Teror dan Ancaman

Irjen-Agung-Budi-Maryoto
Irjen Agung Budi Maryoto. (foto: NET.Z)

PALEMBANG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan bahwa kepolisian serta TNI dan jajarannya tidak takut pada teror dan ancaman yang akhir-akhir ini marak ditujukan kepada aparat kepolisian.

Menurut Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto, pihaknya dan TNI dan semua jajarannya tidak pernah akan takut dengan ancaman teror yang akhir-akhir ini terjadi.

“Saya tekankan kami tidak takut tetapi tetap siaga lewat latihan pertahanan diri,” kata Irjen Agung Budi Maryoto disela kegiatan Latihan Bela Diri Bersama TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat di halaman Polda Sumsel di Palembang, Jumat, 7 Juli 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Agung Budi Maryoto, lewat latihan bela diri secara rutin melatih reflek pertahanan diri agar lebih baik dan siap menghadapi segala bentuk ancaman, dan latihan baiknya dapat dilakukan bersama-sama antar jajaran di TNI dan Polri.

“Masing-masing TNI dan Kepolisian melaksanakan latihan bela diri, namun ada baiknya dapat kita lakukan bersama seperti ini,” tegas Irjen Agung Budi Maryoto.

Baca juga:   Tak Setuju TNI Disebut Kecolongan Soal Enzo Allie, Moeldoko: Itu Undetected

Selanjutnya, Irjen Agung Budi Maryoto, juga meyakini kesiapan mental para anggota TNI dan Polri dalam menghadapi ancaman terorisme dan radikalisme yang merebak belakangan ini.

“Sampai saat ini di wilayah kita tergolong aman, apabila ada pangdam dan seluruh jajarannya pasti mampu mengungkap semua kasus,” tegas Irjen Agung Budi Maryoto.

Sementara, anggota kepolisian di wilayah Sumsel sebagian juga telah melakukan simulasi dalam menghadapi ancaman tersebut.

Bahkan, dijelaskan Irjen Agung Budi Maryoto, terkait dengan daerah Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel sebagai salah satu kawasan yang memproduksi senjata Api bagi pelaku terorisme seperti diungkapkan Kapolri beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan razia gabungan saat kunjungannya ke Pusat Latihan Tempur di Baturaja beberapa waktu lalu.

“Pemda setempat ikut datang dan melakukan razia ke para pemilik bengkel,” jelas Irjen Agung Budi Maryoto.

Selain itu, Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, dirinya juga mengimbau perlunya terus penegakkan hukum dan memperingatkan para pembuat senjata api rakitan untuk menghentikan produksi senjatanya.

Baca juga:   Polri: Rencana Aksi 212, Yang Penting Tertib Kami Siapkan Pengamanan

“Apabila menyembunyikan dan ada saat operasi gabungan tertangkap maka hukum sesuai UU darurat 51 dengan ancaman 15 tahun penjara akan diberlakukan,” kata Irjen Agung Budi Maryoto.

Karena itu, dirinya berharap, para perakit dan pemilik senjata dapat dengan sukarela menyerahkan ke Koramil atau Polsek terdekat dan untuk itu dapat dikenai penghargaan. “Untuk ini kami akan terus melakukan razia rutin,” tandas Kapolda Sumsel itu.

Sementara, menurut Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto, juga menekankan insan aparat untuk menunjukkan kemampuan pertahanannya dalam menjaga NKRI.

“Kita jangan takut menghadapi segala bentuk penyerangan yang ditujukan kepada tempat ibadah maupun petugas aparat di wilayah kita,” kata Mayjen AM Putranto saat memimpin apel gabungan.

Selain itu, dirinya mengajak, komponen masyarakat untuk bersatu padu melawan radikalisme serta menjaga wilayah RI agar tetap aman dan menjaga dari provokasi. “Saya meyakini tidak ada satu agama pun mengajarkan kekerasan,” tandas Pangdam II Sriwjaya itu.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar