Soal Aliran Dana e-KTP Ke Kongres Demokrat, Jafar Hafsah: Saya Tidak Ikut

jafar-hafsah
Mohammad Jafar Hafsah, soal dana kongres yang paham betul ada Muhammad Nazaruddin.

JAKARTA, harianpijar.com – Politikus Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan korupsi proyek pengadaan blangko Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Lain itu, usai diperiksa, Jafar Hafsah mengatakan tidak tahu menahu soal aliran dana e-KTP ke kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.

“Oh saya tidak ikut di kongres yah,” kata Jafar Hafsah singkat usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong, Jumat 7 Juli 2017.

Baca juga:   Polri Tak Keluarkan Izin Acara KLB Partai Demokrat di Sumut

Menurut Jafar Hafsah, soal dana kongres yang paham betul ada Muhammad Nazaruddin. Karena, Muhammad Nazaruddin adalah bendahara umum partai Demokrat.

“Itu hubungannya dengan Nazarudin sebagai bendahara umum saya,” tegas Jafar Hafsah.

Lebih lanjut, dijelaskan Jafar Hafsah, dirinya juga enggan merespons saat disinggung pembelian mobil Land Cruiser miliknya yang diduga kuat uang pembelian mobil itu berasal dari proyek e-KTP melalui Anas Urbaningrum.

Sebelumnya, pada persidangan korupsi proyek e-KTP dengan dua terdakwa Irman dan Sugiharto, Muhammad Nazaruddin menyebut sejumlah nama yang mendapat aliran dana hasil bancakan dari proyek e-KTP yang ditaksir merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Baca juga:   Gubernur DKI: Silakan Polisi Selidiki Dugaan Korupsi 18 Puskesmas

Seperti Jafar Hafsah yang memperoleh sekitar USD 100.000 dari Anas Urbaningrum, pemberian tersebut digelontorkan sebagai ‘uang bantuan’ untuk Jafar Hafsah sebagai Ketua Fraksi Demokrat menggantikan Anas Urbaningrum yang terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat.

Lain itu, uang tersebut juga disebutkan Muhammad Nazaruddin digunakan Jafar Hafsah untuk membeli mobil Land Cruiser.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar