Kadiv Humas Polri: Dihentikannya Kasus Kaesang, Sudah Melalui Proses

Irjen-Setyo-Wasisto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (foto: NTMC Polri)

JAKARTA, harianpijar.com – Dihentikannya kasus Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilaporkan oleh Muhammad Hidayat Situmorang (52) atas dugaan adanya ujaran kebencian, mendapat kritikan Wakil ketua komisi III Desmond J Mahesa. Lain itu, atas kritikan tersebut, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto enggan menanggapinya.

Menurut Irjen Setyo Wasisto, ada proses yang dilalui oleh penyelidik kepolisian saat mengambil sebuah keputusan untuk menghentikan sebuah laporan.

“Semua sudah dilakukan prosesnya. Ada proses-proses, semua kan ada prosesnya,” kata Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat 7 Juli 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Irjen Setyo Wasisto, sebelum diberhentikannya kasus tersebut, polisi juga telah melakukan gelar perkara secara internal dengan memeriksa video #BapakMintaProyek yang diunggah Kaesang Pangarep di Youtube dengan menyebut kata ‘Ndeso’.

Baca juga:   Muhammad Hidayat Situmorang: Ada Pernyataan Kaesang Yang Bermuatan Ujaran Kebencian

“Sudah itu, ada sudah dilalui gelar internal. Sudah keluar hasil gelar internal,” tegas Irjen Setyo Wasisto.

Sementara, menurut Irjen Setyo Wasisto, saat dilakukannya gelar perkara secara internal, polisi juga melibatkan beberapa ahli bahasa yang menghasilkan bahwa kasus Kaesang Pangarep tidak ditindaklanjuti kembali.

“Kemudian kepolisian mempunyai diskresi, kalau kita dilapori seperti itu (laporan seperti kasus Kaesang) terus, kita habis waktu juga ya,” kata Irjen Setyo Wasisto.

Seperti diberitakan, Desmond J Mahesa mengatakan, polisi harusnya memproses kasus tersebut. Jika tidak, dirinya berharap seluruh pejabat Polri mundur saja menjadi penegak hukum.

Baca juga:   Kadiv Humas Polri: Anggota Polisi Diimbau Tetap Bawa Senjata Saat Salat

“Kalau enggak ada tindakan terhadap anaknya Jokowi, berarti sudah saatnya pimpinan Polri ini disuruh mundur semua. Untuk membuktikan polisi objektif atau tidak dalam penegakan hukum,” kata Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017 kemarin.

Lebih lanjut, Desmond J Mahesa juga mengatakan, sebetulnya kasus pelaporan terhadap Kaesang Pangarep merupakan sebuah ujian bagi kepolisian. Menurutnya, polisi kerap menetapkan seseorang sebagai tersangka ujaran kebencian.

“Itu kan menguji hukum jalan enggak? Kita lihat polisi hari ini kan, suka-suka menetapkan orang ujaran-ujaran kebencian. Ya kita tunggu polisi. Polisi kita ini benar apa enggak? Kan itu intinya,” kata Desmond J Mahesa.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar