Desmond: Jika Laporan Terhadap Kaesang Tak Diproses, Semua Pimpinan Polri Seharusnya Mundur

Desmond-J-Mahesa
Desmond J Mahesa. (foto: dok. detik)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memutuskan tidak memproses laporan yang dilayangkan Muhammad Hidayat Situmorang terhadap Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), atas dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian.

Menurut Wakapolri Komjen Syafruddin, alasan Polri tidak memproses laporan Muhammad Hidayat Situmorang karena dalam video Kaesang dinilai tidak ada unsur penodaan agama dan ujaran kebencian.

“Tidak ada unsur (penodaan agama dan ujaran kebencian). Tidak ada proses,” kata Komjen Syafruddin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017 kemarin.

Selanjutnya, juga dijelaskan Komjen Syafruddin, laporan tersebut merupakan upaya mengada-ada atau mencari kesalahan Kaesang Pangarep.

Baca juga:   Desmond J. Mahesa: Ragukan Kemampuan KPK, Andi Tutup Mulut, Selesai Semua

“Itu mengada-mengada. Enggak ada kaitannya sama sekali. Enggak ada unsurnya itu. Enggak ada,” jelas Komjen Syafruddin.

Namun, sikap Polri tersebut menuai reaksi keras dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa. Politisi Partai Gerindra itu menilai seharusnya polisi memproses kasus yang menimpa Kaesang Pangarep.

Menurut Desmond J Mahesa, jika laporan terhadap Kaesang Pangarep itu tidak diproses, seluruh pimpinan Polri seharusnya mundur dari posisinya.

“Kalau enggak ada tindakan terhadap anaknya Jokowi, berarti sudah saatnya pimpinan Polri ini disuruh mundur semua. Untuk membuktikan polisi objektif atau tidak dalam penegakan hukum,” kata Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017 kemarin.

Baca juga:   Polri Tetapkan Direktur PT Indo Beras Unggul Sebagai Tersangka

Lebih lanjut, ditegaskan Desmond J Mahesa, sebetulnya kasus pelaporan terhadap Kaesang Pangarep merupakan sebuah ujian bagi kepolisian. Menurutnya, polisi kerap menetapkan seseorang sebagai tersangka ujaran kebencian.

“Itu kan menguji hukum jalan enggak? Kita lihat polisi hari ini kan, suka-suka menetapkan orang ujaran-ujaran kebencian. Ya kita tunggu polisi. Polisi kita ini benar apa enggak? Kan itu intinya,” tandas Desmond J Mahesa.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar