ketua-dpc-nasdem-sukaryadi
Salah seorang pengacara Muslim, Mustamid, kami sangat menyayangkan status tersebut dan (status itu) sangat menyinggung perasaan umat Islam dan meresahkan masyarakat Cirebon.

CIREBON, harianpijar.com – Sebelas orang pengacara yang mengatasnamakan pembela Muslim, Kamis 6 Juli 2017 kemarin, melaporkan Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Cirebon yang juga Ketua Dewan Kehormatan DPRD Kabupaten Cirebon, Sukaryadi, ke Polres Cirebon. Lain itu, laporan tersebut terkait status yang diposting di akun Facebook milik Sukaryadi yang dinilai menodai agama Islam.

Sementara, dalam statusnya Sukaryadi menuliskan, “menjadi pemimpin jangan takut sama allah, apalagi takut sama UU. Kalau sy dipercaya jadi Bupati Rakyat Segalanya Bagiku”. Status tersebut ditulisnya pada Senin 3 Juli 2017 dan langsung menuai kecaman dari para netizen. Meski Sukaryadi telah menghapus statusnya, namun status itu sudah terlanjur viral.

”Kami sangat menyayangkan status tersebut dan (status itu) sangat menyinggung perasaan umat Islam dan meresahkan masyarakat Cirebon,” kata Mustamid, salah seorang pengacara yang melaporkan Sukaryadi, usai membuat laporan ke Polres Cirebon.

Menurut Mustamid, pihaknya juga sangat menyayangkan status itu dibuat oleh Sukaryadi, yang notabene merupakan anggota dewan. Bahkan, Sukaryadi saat ini menjadi Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cirebon.

Baca juga:   Terkait Adanya Surat Edaran MA, Sejumlah Pihak Yakin Ahok Tidak Divonis Bebas

Lebih lanjut, dijelaskan Mustamid, pelaporan yang disampaikannya kepada polisi terkait dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukaryadi. Lain itu, pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut pada pihak penyidik kepolisian.

Selanjutnya, Mustamid juga mengatakan, pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya setelah ada hasil penyidikan oleh polisi terkait kasus tersebut. Bahkan, pihaknya juga berencana mendatangi ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah di Jakarta.

”Kami akan sowan ke beliau-beliau ini,” kata Mustamid.

Selain itu, dikatakan Mustamid, kasus tersebut harus menjadi perhatian dan pelajaran bagi semua pihak dalam menggunakan media sosial (medsos). Menurutnya, siapapun yang menggunakan medsos, maka harus hati-hati apalagi jika menuliskan status yang berbau penodaan agama. ”Ini sangat riskan,” tegas Mustamid.

Baca juga:   Status Provokatif, Pemilik Akun Facebook Ini Hina Presiden dan Tantang Polisi

Sementara, menurut Ustaz Andi Mulya, yang ikut mendampingi 11 pengacara itu menuturkan, sebagai umat Islam, dirinya sangat tersinggung dengan tulisan itu. Apalagi, tulisan itu dibuat bukan oleh orang bodoh ataupun anak kecil yang bisa dimaklumi kesalahannya.

”Dia (Sukaryadi) kan anggota dewan, ketua BK, ketua partai, maka yang ditulisnya bukan sembarangan. Dia pasti mengerti karena dia orang pintar, bukan orang bodoh,” kata Ustaz Andi Mulya.

Selain itu, Ustaz Andi Mulya juga menilai, ada indikasi unsur kesengajaan dalam tulisan yang dibuat Sukaryadi di akun Facebook. Karena itu, dia dan umat Islam lainnya meminta ada tindakan tegas dari kepolisian.

Karena itu, Ustaz Andi Mulya mengatakan, dirinya masih percaya pada hukum yang berlaku di negara ini. Namun, jika ternyata nanti tidak ada penyelesaian secara hukum, maka dirinya meminta agar jangan menyalahkan umat Islam bila ada yang bertindak sendiri-sendiri.

BERITA PILIHAN

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar