Bareskrim Panggil Hary Tanoe Pagi Ini, Terkait Kasus SMS Ancaman

ht-mnc
Brigjen Fadil Imran mengatakan penyidiknya menjadwalkan agenda pemeriksaan Hary Tanoe pukul 09.00 WIB, hari ini.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) dijadwalkan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka pagi ini, Selasa 4 Juli 2017 di Direktorat Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Lain itu, HT disangkakan melanggar Undang-Undang ITE karena diduga mengirim pesan singkat atau SMS ancaman kepada jaksa Yulianto.

Menurut Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan penyidiknya menjadwalkan agenda pemeriksaan HT pukul 09.00 WIB. “Panggilan untuk besok jam 09.00 WIB,” kata Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi, Senin 2 Juli 2017 tadi malam.

Baca juga:   Polda Jabar dan Jaksa Gelar Rapat Tentukan Berkas Perkara Rizieq Shihab

Namun, ditegaskan Brigjen Fadil Imran, hingga kemarin malam, penyidik belum menerima kabar terkait akan hadir atau tidaknya HT untuk menggenapi panggilan pertama penyidik.

“Belum ada (konfirmasi kehadiran),” tegas mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Sementara, HT ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni lalu. Penetapan tersangka HT didasari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri pada 14 Juni 2017 lalu.

Baca juga:   Panglima TNI Jamin Penangguhan Penahanan Soenarko, Moeldoko: Saya Apresiasi

Sebelumnya, juga disampaikan Brigjen Fadil Imran, beberapa alat bukti sudah dikantongi kepolisian untuk menaikkan status HT dari saksi terlapor menjadi tersangka. Diantaranya, keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

Seminggu setelah menetapkan HT sebagai tersangka, kepolisian mengirimkan surat permohonan pencegahan HT ke luar negeri. Surat tersebut diterima Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham pada 22 Juni 2017.

Masa pencegahan HT berlaku sejak imigrasi menerima surat hingga 20 hari ke depan.

SUMBERdetik

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini