Pansel Komnas HAM Disarankan Tidak Loloskan Anggota FPI Jawa Tengah

zaenal-fpi
Andi Muttaqien, dirinya menyarankan Pansel tidak meloloskan Zaenal Abidin jika didapati memiliki rekam jejak sering melakukan tindakan kekerasan.

JAKARTA, harianpijar.com – Koalisi Selamatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menelusuri rekam jejak 60 calon anggota Komnas HAM Periode 2017-2022. Berdasarkan hasil penelusuran disebutkan hanya 19 calon yang memiliki kompetensi baik.

Selain itu, nama Ketua Badan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Zaenal Abidin masuk dalam 60 calon yang telah lolos seleksi tahap pertama. Sedangkan, hasil penelusuran Koalisi Selamatkan Komnas HAM menemukan bahwa Zaenal Abidin merupakan sosok yang mendeklarasikan berdirinya FPI di Jawa Tengah. Bahkan, saat ini Zaenal Abidin juga tercatat sebagai anggota Komisi Informasi Publik (KIP) Daerah Jawa Tengah.

“Dia (Zaenal Abidin) itu Komisioner KIP daerah. Dia pernah juga mendeklarasikan terbentuknya FPI Jawa Tengah,” kata Deputi Direktur Advokasi Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Andi Muttaqien di Cikini, Jakarta, Minggu 2 Juli 2017.

Sementara, menurut Andi Muttaqien dirinya enggan mengungkap lebih jauh sosok Zaenal Abidin. Dirinya mengatakan seluruh hasil penelusuran terkait rekam jejak Zaenal Abidin dan calon lainnya akan diserahkan ke Panitia Seleksi (Pansel) Komnas HAM sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan proses seleksi dan hasilnya akan diserahkan pada Senin 3 Juli 2017 besok (hari ini-red).

Baca juga:   Agar Izin Tak Dicabut, Gerindra: Prabowo Siap Jadi Jembatan FPI dan Jokowi

Lebih lanjut, ditegaskan Andi Muttaqien, tugas Pansel menelusuri lebih dalam rekam jejak petinggi FPI yang akrab disapa Zaenal Petir tersebut. Lain itu, dirinya juga menyarankan Pansel tidak meloloskan Zaenal Abidin jika didapati memiliki rekam jejak sering melakukan tindakan kekerasan.

“Kalau ternyata dia anti terhadap keberagaman, kalau ternyata dia sering bubarkan diskusi yang justru itu adalah forum akademik misalnya, atau dia bahkan melakukan atau terlibat dalam kekerasan yang berbasis atas nama agama. Sebaiknya dia tidak diteruskan,” kata Andi Muttaqien.

Sementara, jika Zaenal Petir diloloskan oleh Pansel maka justru akan menyulitkan Komnas HAM periode selanjutnya. Karena menurut penilaiannya, tidak mungkin Komnas HAM dipimpin seorang anggota yang justru bertolak belakang dengan semangat utama dari Komnas HAM dalam menjaga Hak Asasi Manusia di Tanah Air.

“Jadi enggak mungkin dia mengerjakan hal yang bertolak belakang dengan nuraninya sendiri,” kata Andi Muttaqien.

Sementara, Zaenal Abidin merupakan Lulusan Magister Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dirinya mengaku ingin menjadi anggota Komnas HAM untuk membantu masyarakat.

“Saya tertarik masuk di Komnas HAM ingin berkecimpung secara langsung, bagaimana melakukan advokasi masyarakat yang tersingkirkan dari hak-haknya. Setelah tes tertulis lolos 60 besar, besok Kamis 18 Mei saya akan mengikuti seleksi berupa dialog publik,” kata Zaenal Abidin, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu 17 Mei 2017 lalu.

Baca juga:   Menko Polhukam: Tidak Ada Pelanggaran HAM di Era Pemerintahan Jokowi

Sedangkan, saat mendaftar seleksi komisioner Komnas HAM, menurut Zaenal Petir mengaku rekan-rekan sesama anggota maupun pengurus FPI tidak tahu. Setelah berhasil lolos tahap awal, dirinya baru akan melapor ke pengurus daerah.

“Saat saya mau mendaftar masuk Komnas HAM teman-teman FPI sebelumnya tidak mengetahui. Tapi hari ini saya tadi telepon beliau Pak Kyai Sihab (Ketua FPI Jateng Sihabuddin), untuk memberitahu bahwa saya besok akan seleksi kembali masuk Komnas HAM,” tegas Zaenal Abidin.

Menurutnya, siapa pun berhak mengikuti seleksi menjadi pejabat publik. Dirinya berpegang pada Undang-Undang. “Sesuai Undang-undang Nomor 33 Tahun 1999 setiap warga negara berhak untuk menjadi pejabat publik,” ucap Zaenal Abidin.

Lain itu, Zaenal Abdidn merasa menjadi korban, ketika orang mengaitkan pencalonannya sebagai komisioner Komnas HAM dengan aktivitasnya di FPI. Padahal, menurutnya pencalonannya atas nama pribadi bukan mewakili ormas. Apalagi FPI juga bukan ormas anti-Pancasila.

Meski mendapatkan pro-kontra, Zaenal Abidin menyatakan tetap akan maju dan mengikuti tahapan seleksi untuk menjadi Komisioner Komnas HAM.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar