Mendagri: Diminta Semua Lapisan Masyarakat Terlibat Antisipasi Ancaman Teror

mendagri-7
Mendagri Tjahjo Kumolo, harus dimulai diaktifkan siskamling, warga setempat mencermati keadaan lingkungan.

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai teror terhadap aparat keamanan harus dilawan bukan hanya oleh polisi dan TNI, tapi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Tjahjo Kumolo, dirinya meminta jajaran kementeriannya, termasuk pemprov, pemkab/kota, hingga tingkat kecamatan, kelurahan, desa, RT/RW, bekerja sama dengan Forkopimda setempat, untuk mengamankan wilayah pusat keramaian di bawah koordinasi kepolisian. Lain itu, tentunya hal itu melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat.

Baca juga:   Terkait Ancaman Teror, Kapolri: Dia Mau Buat Semua Panik, Kalau Ada Seperti Itu Tak Perlu Dibesarkan di Media

“Harus dimulai diaktifkan siskamling, warga setempat mencermati keadaan lingkungan. Kalau ditengarai, dicermati, ada gerak gerik yang mencurigakan di lapangan libatkan diri dengan pengamanan Polsek dan koramil setempat,” kata Tjahjo Kumolo.

Lebih lanjut, dikatakan Tjahjo Kumolo, meningkatkan kewaspadaan yang dilakukan sebagai upaya deteksi dini ancaman teror, oleh semua pihak. Baik itu Polri, TNI, serta elemen masyarakat.

“Penyerangan kepada aparat keamanan kepolisian sudah pada tahap yang memprihatinkan dan meningkatkan tahap waspada satu,” kata Tjahjo Kumolo.

Baca juga:   Ahok Kembali Jadi Gubernur, Mendagri Siap Bertanggung Jawab Belum Diberhentikan Sementara

Sementara, Tjahjo Kumolo juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus penusukan polisi di Masjid Falatehan, dekat Lapangan Bhayangkara dan Mabes Polri, Jumat 30 Juni 2017. Termasuk penyerangan di pos penjagaan Polda Sumatera Utara.

“Kita yakin aparat Polri mampu membongkar siapa yang harus bertanggung jawab atas penyerangan tersebut,” tandas Tjahjo Kumolo.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar