Kombes-Martinus-Sitompul
Kombes Martinus Sitompul. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan tanggapan atas beredarnya sebuah video protes orang tua terhadap Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Anton Charliyan yang beredar di media sosial. Pasalnya, mereka protes akibat pemeriksaan kesehatan ulang yang memprioritaskan putra daerah untuk lolos.

Menurut Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul, Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan. Lain itu, aksi protes tersebut disinyalir lantaran para orang tua tidak terima anaknya gugur dalam tes penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol).

“Sampai saat ini memang ada informasi bahwa ada ketidakpuasan masyarakat, tentu ini akan kami dalami,” kata Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Kamis 29 Juni 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Martinus Sitompul, pihaknya akan menindaklanjuti protes orang tua calon taruna Akpol tersebut dan saat ini pihaknya masih mengumpulkan informasi.

“Bila nanti ini terkait dengan adanya pelanggaran-pelanggaran tentu akan kami tindaklanjuti,” tegas Kombes Martinus Sitompul.

Sementara, protes sejumlah orang tua tersebut dikarenakan adanya kebijakan Kapolda Jabar yang menerapkan kuota calon taruna Akpol yang dikirim ke Semarang, dibagi menjadi dua, putra daerah dan nonputra daerah.

Saat dilakukan seleksi ulang, untuk putra daerah dari 13 peserta yang berhasil lolos hanya 12 orang. Sedangkan nonputra daerah dari 22 peserta yang lolos untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol Semarang menjadi sebelas orang. Lain itu, Polda Jabar juga meloloskan empat calon Taruni Akpol (Polwan).

Selanjutnya, Kombes Martinus Sitompul juga mengaku, dirinya belum mengetahui adanya kebijakan yang diberlakukan oleh Kapolda Jabar. “(Kebijakan) itu belum ada. Belum ada berdasarkan kesukuan,” tandas Kombes Martinus Sitompul.

loading...