rizieq-3-6
Kepala Desa Tegallinggah Ketut Mudarna, sudah berusaha melakukan komunikasi kepada oknum itu, untuk tidak mengulangi perbuatannya, karena ini bisa merusak kerukunan warga yang sudah terjalin dengan baik.

SINGARAJA, harianpijar.com – Warga Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, resah dan memprotes pemasangan spanduk Front Pembela Islam (FPI) bergambar Rizieq Shihab yang terpasang di depan Masjid Nurul Huda.

“Kami minta agar pihak Desa lebih cermat mengawasi gerak-gerik warga. Jangan sampai ini terulang karena dapat meresahkan warga,” kata Mustakim Kepala Dusun Munduk Kunci Desa Tegallinggah, Rabu 28 Juni 2017 kemarin.

Menurut Mustakim, pihaknya ingin suasana tetap kondusif dan tidak terjadi hal-hal mengarah perilaku intoleran yang dapat menganggu kenyamanan bersama.

“Desa kami sudah kondusif. Jangan sampai terjadi hal yang tidak-tidak pasca pemasangan spanduk itu,” kata Mustakim.

Sementara, menurut Kepala Desa Tegallinggah Ketut Mudarna, dirinya sangat menyayangkan dengan adanya pemasangan spanduk FPI di wilayahnya. Dirinya juga menginginkan, agar kejadian ini tidak terulang lagi.

“Kami mengajak dan mendukung program pemerintah untuk tidak ada kegiatan ormas-ormas yang merusak persatuan dan kesatuan,” kata Ketut Mudarna.

Selain itu, juga ditegaskan Ketut Mudarna, pemasangan spanduk ini memang tanpa ada izin dari pihak desa dan dirinya akan segera memanggil salah seorang warga yang memasang spanduk FPI di desanya.

“Sudah berusaha melakukan komunikasi kepada oknum itu, untuk tidak mengulangi perbuatannya, karena ini bisa merusak kerukunan warga yang sudah terjalin dengan baik. Jangan sampai gara-gara kelakuan satu orang yang telah melakukan aksi ini akan merembet ke yang lain dengan melibatkan berbagai pihak,” tandas Ketut Mudarna.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR