tito-11
Jenderal Tito Karnavian, teroris menganggap polisi kafir yang harus diperangi karena dianggap melawan Allah dan Rasulullah dengan berbuat makar di dunia.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan sudah lama polisi menjadi sasaran utama kelompok teroris di Indonesia. Lain itu, Jenderal Tito Karnavian tetap merasa prihatin dengan serangan tersebut.

“Seperti yang berkali-kali saya sampaikan, polisi dianggap kafir. Jadi, harus diprioritaskan (oleh teroris),” kata Jenderal Tito Karnavian di Istana Kepresidenan, Minggu, 25 Juni 2017.

Menurut Jenderal Tito Karnavian, teroris menganggap polisi kafir yang harus diperangi karena dianggap melawan Allah dan Rasulullah dengan berbuat makar di dunia. Teroris, menurutnya, menganggap Indonesia adalah negara yang “thoghut” atau menyembah selain Allah.

Lebih lanjut, Jenderal Tito Karnavian, menegaskan, agenda teroris di Indonesia yakni menegakkan Indonesia sebagaimana ideologi mereka, yakni negara khilafah. Lain itu, orang-orang dengan paham seperti itu mengkategorikan kafir menjadi dua bagian.

Pertama, ada kafir yang memusuhi mereka secara aktif sehingga harus dilawan dan kedua, ada kafir yang tidak aktif menyerang, namun suatu saat akan ditundukkan.

“Polisi yang karena tugasnya menegakkan hukum dan memberantas teroris berada di garis terdepan, maka harus diserang pertama,” tegas Jenderal Tito Karnavian.

Selanjutnya, Jenderal Tito Karnavian juga menyebut, penyerang polisi di Polda Sumatera Utara adalah sel dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD). “Ini disinyalir masih ada sel dari kelompok JAD yang punya inten, yang niat melakukan serangan di sana,” ucap Jenderal Tito Karnavian.

Sementara, jaringan yang disebut Jenderal Tito Karnavian menyerang polisi dengan modus yang sudah dikategorikan nekad. Dua dari mereka melompat pagar dan masuk ke dalam pos jaga 3 Markas Polda Sumatera Utara, pada hari-hari polisi sibuk bersiaga mudik Lebaran 2017.

Lain itu, Aiptu Martua Sigalingging, anggota Satuan Pelayanan Markas Polda Sumatera Utara, tewas ditikam komplotan tersebut. Selanjutnya, seorang dari penyerang Aiptu Martua Sigalingging, juga mati di tempat setelah ditembak anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang sedang piket di sana.

Menurut Jenderal Tito Karnavian, sebelumnya sudah ada tiga terduga teroris yang ditangkap dan kedua pelaku tersebut merupakan sisa sel yang tersisa. “Mudah-mudahaan kekuatannya tidak terlalu besar,” jelas Jenderal Tito Karnavian.

Sedangkan, atas penyerangan tersebut, Jenderal Tito Karnavian memerintahkan semua jajarannya, baik kesatuan maupun pribadi, untuk memperkuat pengamanan masing-masing.

“Perkuat pengamanan masing-masing satuan di kantor atau pribadi masing-masing. Kepolisian juga akan terus mengembangkan temuan mereka soal serangan ke Mapolda Sumut,” tandas Jenderal Tito Karnavian.

loading...