ilustrasi-penipuan
Ilustrasi penipuan. (foto: google images)

BANDAR LAMPUNG, harianpijar.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung, melakukan penjemputan paksa terhadap Ustaz Hariyono di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 22 Juni 2017, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Sementara, penjemputan paksa terhadap Ustaz Hariyono tersebut, karena sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi. Lain itu, Ustaz Hariyono juga diduga terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan yang bermodus memberangkatkan korban berhaji.

“Benar. Satuan Reserse memeriksa seorang bernama Hariyono yang dikenal sebagai ustaz,” kata Kapolresta Bandar Lampung Kombes Murbani Budi Pitono, Kamis 22 Juni 2017 malam.

Menurut Kombes Murbani Budi Pitono, petugas menjemput Ustaz Hariyono karena diduga terkait dengan kasus penipuan umrah dan haji. Lain itu, menurutnya Ustaz Hariyono dijemput paksa karena sudah dua kali mangkir dari panggilan petugas.

Lebih lanjut, dijelaskan Kombes Murbani Budi Pitono, petugas perlu meminta keterangan lebih lanjut dari Ustaz Hariyono terkait kasus pidana tersebut.

“Jadi pada panggilan ketiga ini, kita jemput beliau (Ustaz Hariyono-red). Dua kali kita panggil dia tak kooperatif,” jelas Kombes Murbani Budi Pitono.

Selanjut, juga dikatakan Kombes Murbani Budi Pitono, penyidik masih memeriksa Ustaz Hariyono secara intensif untuk melengkapi berkas perkara. Sementara, saat ditanyakan status Ustaz Hariyono apakah sebagai tersangka, dirinya menjawab diplomatis, “Nanti saja tunggu hasil pemeriksaan,” kata Kombes Murbani Budi Pitono.

Berdasarkan penelusuran, petugas menjemput Ustaz Hariyono karena adanya laporan dua orang korban warga Sukarame. Sedangkan, peristiwa penipuan sendiri terjadi pada Juli 2016 di rumah salah satu korban.

Awalnya, Ustaz Hariyono menawarkan keberangkatan haji plus kepada kedua korban. Ada yang dijanjikan berangkat haji dengan biaya Rp 27 juta. dengan syarat, korban bisa mengajak empat orang lainnya untuk mendaftar haji melalui Ustaz Hariyono.

Sedangkan, korban lainnya dijanjikan berangkat haji dengan biaya Rp 100 juta. Lain itu, kedua korban lalu menyerahkan uang ke Ustaz Hariyono.

Namun, pada hari keberangkatan, kedua korban tidak jadi diberangkatkan ke tanah suci dan Ustaz Hariyono beralasan visa kedua korban ditolak pihak imigrasi.

Selanjutnya, kedua korban akhirnya meminta uangnya dikembalikan dan Ustaz Hariyono pun memberikan cek senilai Rp 100 juta. Namun, saat korban mencoba mencairkan cek tersebut ke bank, pihak bank menyatakan cek tidak bisa dicairkan karena saldo tidak mencukupi.

Sedangkan, korban sempat beberapa kali menagih uangnya kembali, namun Ustaz Hariyono selalu menghindar. Dengan dasar itu kedua korban melaporkan Ustaz Hariyono ke Polresta Bandar Lampung.

SUMBERTribunnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR