rikwanto-2
Brigjen Rikwanto, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan bos MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) menjadi tersangka perkara dugaan SMS bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Yulianto.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Mabes Polri Brigjen Rikwanto, dipastikan HT telah menjadi tersangka perkara dugaan SMS bernada ancaman terhadap jaksa Yulianto.

“SPDP sudah diterbitkan sebagai tersangka (HT-red),” kata Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 23 Juni 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Brigjen Rikwanto, penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup. Penerbitan SPDP dilakukan pekan ini. “Kalau nggak salah dua hari lalu (Rabu),” kata Brigjen Rikwanto.

Selain itu, dijelaskan Brigjen Rikwanto, dirinya belum dapat menyampaikan informasi lebih jauh mengenai proses kasus tersebut. “Untuk selanjutnya belum monitor ya. Kalau SPDP sudah,” jelas Brigjen Rikwanto.

Bahkan, kemarin Jaksa Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung Noor Rachmad mengatakan telah menerima SPDP dari penyidik Bareskrim.

“Tanggal 15 Februari 2016 SPDP itu sebagai terlapor ya, belum ada tersangka. Tapi tanggal 15 juni 2017, Bareskrim Polri kirim SPDP atas nama tersangka HT,” kata Noor Rachmad, Kamis 22 Juni 2017.

Selain itu, Noor Rachmad juga menyebutkan nomor SPDP kasus HT yaitu B.30/VI/2017/Ditipidsiber. Ini berarti pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo beberapa waktu lalu yang menyebutkan status hukum HT tersangka, tidak mengada-ada.

Sementara, HT sebelumnya telah melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo ke Bareskrim Polri terkait karena menyebut dirinya menjadi tersangka.

“Ini ada penyalahgunaan wewenang dari Jaksa Agung,” kata pengacara HT, Adi Dharma Wicaksono, di Bareskrim, Senin 19 Juni 2017 lalu.

Selain itu, menurut Adi Dharma Wicaksono, Jaksa Agung tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan penetapan tersangka suatu kasus.

“Ini di luar kewenangan jaksa agung menyampaikan hal itu,” kata Adi Dharma Wicaksono.

Sedangkan, dalam laporannya, Adi Dharma Wicaksono memberikan sejumlah barang bukti kepada Bareskrim.

“Ada video, cetak berita daring, rekaman suara,” tandas Adi Dharma Wicaksono.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR