rikwanto-1
Brigjen Rikwanto, tidak akan ada yang tumpang tindih antara penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda maupun tim pencari fakta.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan tidak ada tumpang tindih penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Lain itu, pembentukan tim-tim lain hanya membantu mencari fakta.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan penyelidikan kasus ini hanya dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sementara, tim dari KPK nantinya hanya membantu memberikan informasi dan memonitor perkembangan kasus.

“Tim KPK melekat ke Tim Polda untuk bantu informasi dan memonitor perkembangan penyidikan,” kata Brigjen Rikwanto melalui pesan singkat, di Jakarta, Kamis 22 Juni 2017.

Karena itu, ditegaskan Brigjen Rikwanto, tim yang dibentuk oleh ICW dan Komnas HAM juga hanya berperan sebagai pemberi informasi kepada penyidik. Cara ini untuk mempercepat pengungkapan kasus.

Lebih lanjut, menurut Brigjen Rikwanto, tidak akan ada yang tumpang tindih antara penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik Polda maupun tim pencari fakta tersebut.

“Apanya yang tumpang tindih? Informasi apapun yang bisa mengungkap kasus tersebut akan ditampung oleh penyidik,” kata Brigjen Rikwanto.

Sementara, sudah lebih dari dua bulan kasus penyiraman air keras, kepolisian belum berhasil mengungkap kasus ini. Novel Baswedan disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang tidak dikenal di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai salat subuh pada 11 April 2017 pukul 05.10 WIB.

Akibat dari kejadian itu, Novel Baswedan mengalami luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

Sedangkan, kepolisian sempat mengamankan empat orang yang dicurigai terlibat kekerasan terhadap Novel Baswedan berinisial M, H, AL, dan N. Namun polisi melepaskan keempat orang tersebut karena tidak cukup bukti terlibat aksi teror kepada penyidik senior KPK itu.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa 56 orang saksi termasuk E dan tetangga Novel Baswedan di kediamannya. E diduga melihat pelaku di depan rumah Novel Baswedan.

Untuk mempercepat penyelidikan kasus ini, Komnas Ham dan ICW ikut andil dalam membentuk tim pencari fakta kasus Novel Baswedan. Sedangkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menawarkan KPK untuk membantu kepolisian.

loading...