argo-1-6
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, ucapan Novel Baswedan tanpa adanya bukti sangat menyudutkan instansi kepolisian.

JAKARTA, harianpijar.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diminta untuk membuktikan ucapan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Lain itu, Novel Baswedan kepada Majalah Time sempat mengatakan, dugaan keterlibatan perwira berbintang dalam kasusnya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta Novel Baswedan untuk membuktikan tudingan tersebut.

“Tentunya, kalau misalnya ada seorang jenderal yang terlibat, ya sebut saja jenderal siapa. Namanya siapa, buktinya apa,” kata Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta, Rabu 21 Juni 2017.

Lebih lanjut, juga ditegaskan Kombes Argo Yuwono, ucapan Novel Baswedan tanpa adanya bukti sangat menyudutkan instansi kepolisian.

“Yang bersangkutan jangan melempar-lempar isu saja. Kan institusi kepolisian merasa seperti disudutkan. Tentunya kita merasa prihatin di situ ya, kalau seperti itu,” tegas Kombes Argo Yuwono.

Sebelumnya, Novel Baswedan diserang dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Lain itu, peristiwa terjadi setelah penyidik senior KPK Novel Baswedan menunaikan ibadah salat subuh di Masjid Jami Al-Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Namun, dua bulan berselang, polisi masih belum berhasil mengungkap kedua pelaku.

SUMBERTribunnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR