Miryam-S-Haryani
Miryam S Haryani. (foto: detik.com)

JAKARTA, harianpijar.com – Miryam S Haryani tersangka kasus pemberian keterangan palsu pada persidangan proyek KTP Elektronik (e-KTP) menegaskan, dirinya ditekan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lain itu, dirinya juga merasa tidak pernah ditekan Komisi III DPR RI.

“Saya kan ditekan sama penyidik, bukan Komisi III DPR, jangan dibolak-balik ya,” kata Miryam S Haryani saat di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 21 Juni 2017.

Selanjutnya, Miryam S Haryani tiba di kantor KPK sekitar pukul 09.20 WIB untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pemberian keterangan palsu di sidang e-KTP. Selain itu, kasus ini terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan blangko e-KTP yang diindikasikan merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Sementara, Miryam S Haryani dalam kesempatan itu menyampaikan tanggapannya soal permintaan Pansus Angket KPK di DPR untuk menghadirkannya. Bahkan, Miryam S Haryani juga menyatakan siap jika memang pansus angket membutuhkan keterangan. Namun, meski siap dirinya mengaku tidak mendapat restu dari KPK untuk hadir ke pansus.

Karena itu, Miryam S Haryani saat ini hanya menunggu keputusan dari KPK. Jika dihadirkan ke pansus, dirinya akan membeberkan semua persoalan yang terkait dengannya.

“Saya akan buka semua yang terjadi dengan saya,” kata Miryam S Haryani.

Lain itu, Miryam S Haryani juga mengaku tidak pernah meminta Pansus Angket KPK untuk menghadirkannya, dan permintaan itu menurutnya murni dari DPR. Pansus angket mengirim surat kepada Miryam S Harayani beberapa pekan lalu. Surat itu diterima keluarga di rumahnya. “Saya sudah terima dari keluarga saya. Kalau saya dipanggil ya saya siap,” tandas Miryam S Haryani.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR