mendagri-4-2
Tjahjo Kumolo, terkait hal itu dirinya belum mau berkomentar.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti. Lain itu, terkait hal tersebut Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo belum mau berkomentar.

“Menunggu pengumuman resmi KPK dulu,” kata Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat, Selasa 20 Juni 2017.

Sementara, juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan tim KPK sedang ada operasi di Bengkulu. Tim menangkap tiga orang, yakni Ridwan Mukti dan istri Lili Madari, serta seorang kontraktor.

Sedangkan, menurut data KPK, rentang 1999-2016 sudah sekitar 17 gubernur yang ditangkap karena korupsi. Mereka adalah Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Abdullah Puteh, Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin, Gubernur Riau Annas Maamun, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Selanjutnya, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Riau Ismeth Abdullah, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata, Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Riau Rusli Zainal.

Kemudian, Gubernur Riau Saleh Djasit, Gubernur Kalimantan Selatan Sjachriel Darham, Gubernur Kalimantan Timur Suwarna Abdul Fatah, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman, Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin, dan Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn.

Sedangkan, Kementerian Dalam Negeri akan menonaktifkan kepala daerah yang bertatus tersangka, tugas gubernur dipegang pelaksana tugas. Pemberhentian tetap setelah ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Bahkan, sebulan ini KPK sudah lima kali operasi tangkap tangan. Sebelum menangkap Ridwan Mukti, KPK membekuk pejabat eksekutif dan legislatif Jawa Timur, pejabat eksekutif dan legislatif Mojokerto, jaksa Bengkulu, serta pejabat di Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal dan pejabat Badan Pemeriksa Keuangan.

loading...