sekjen-golkar-idrus-marham
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, dirinya mengklaim aksi penyerangan terhadap Brigade Beringin oleh AMPG hanya salah paham.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham membantah adanya campur tangan petinggi Golkar dalam pencopotan atribut sayap partai, Brigade Beringin yang disertai penembakan.

Lain itu, beredar isu, sekelompok orang berseragam AMPG yang mencopot atribut Brigade Beringin merupakan anak buah Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar, Azis Samual.

“Siapa. Enggak ada. Tidak ada kita tidak ada arahan-arahan,” kata Idrus Marham saat dikonfirmasi, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Menurut Idrus Marham, dirinya mengklaim aksi penyerangan terhadap Brigade Beringin oleh AMPG hanya salah paham. Lain itu, pihak DPP Partai Golkar telah turun langsung menyelesaikan masalah. Masalah keduanya dipastikan selesai.

“Enggak ada masalah itu sebenarnya hanya miss, itu hanya miss saja dan itu sudah kita atasi semuanya. Sekarang enggak ada masalah,” klaim Idrus Marham.

Sementara, Ketua Brigade Beringin Avner Raweyai mengatakan, sekelompok orang yang melakukan pencopotan atribut dan penembakan di area Kantor DPP Partai Golkar merupakan anak buah Ketua Badan Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar, Azis Samual. Dirinya mengaku keterangan itu didapat dari petinggi sayap partai, AMPG Mustafa Raja.

“Mereka bilang kalau disuruh sama Azis Samual. Kita anak buahnya mereka,” kata Avner Raweyai di acara buka puasa bersama Brigade Beringin di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelimurni, Slipi, Jakarta, Sabtu 17 Juni 2017 lalu.

Sedangkan, dari pengakuan Mustafa Raja, anak buah Azis Samual itu diduga mendapat arahan dari Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Hal itu diketahui setelah Avner Raweyai menelpon sejumlah petinggi partai, AMPG dan AMPI.

Selain itu, menurut Avner Raweyai, terkait pencopotan atribut, Mustafa Raja berdalih langkah itu sesuatu hal wajar dilakukan. Mustafa Raja berada dilokasi untuk mendokumentasikan aksi pencopotan atribut Brigade Beringin. Avner Raweyai juga menegaskan, ulah kelompok orang yang diduga anak buah Azis Samual itu telah melanggar kode etik.

“Salah satu petinggi AMPG bernama Mustafa Raja, saya telpon ngaku di lokasi, dia mengakui kalau yang moto dia. Dia bilang hal biasa, copot mencopot bendera. Saya bilang, itu melanggar kode etik. Dia bilang, hal biasa, kita dapat arahan dari ketua umum,” tandas Avner Raweyai.

SUMBERMerdeka
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR