tito-12
Jenderal Tito Karnavian, dirinya melarang anggotanya untuk melakukan kekerasan apabila sekiranya mereka tidak melakukan upaya yang membahayakan petugas atau masyarakat.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan agar anggotanya siap dan serius dalam melaksanakan pengamanan mudik lebaran 2017.

Menurut Jenderal Tito Karnavian, jika ada yang mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat agar tidak segan-segan untuk segera meringkusnya.

Lebih lanjut, ditegaskan Jenderal Tito Karnavian, dirinya mencontohkan pada saat pengamanan di terminal, pelabuhan atau tempat lainnya ditemukan calo, preman yang meresahkan masyarakat langsung saja untuk melakukan penangkapan.

Namun, dirinya melarang anggotanya untuk melakukan kekerasan apabila sekiranya mereka tidak melakukan upaya yang membahayakan petugas atau masyarakat.

“Lakukan secara profesional, jangan dilakukan secara berlebihan apalagi kekerasan berlebihan. Kecuali ada ancaman yang bahayakan petugas atau masyarakat,” kata Jenderal Tito Karnavian saat apel di lapangan Monas, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Selain itu, Jenderal Tito Karnavian juga mengatakan, tugas sebagai polisi memilik banyak risiko dan anggota harus siap untuk melaksanakan tugasnya di manapun. Oleh karena itu, dirinya meminta agar anggotanya sudah benar-benar serius dalam menyiapkan kesehatan fisiknya, psikis, serta pikiran sebelum mengemban tugas negara yang akan menyita banyak tenaga tersebut.

“Kita juga harus persiapkan fisik kita agar prima dalam pengamanan, harus tulus dan ikhlas karena banyak menyita tenaga dan pikiran, lakukan dengan profesional,” kata Jenderal Tito Karnavian.

Sementara, juga ditegaskan Jenderal Tito Karnavian, selain kepada jajarannya, dirinya juga meminta komitmen dari instansi-instansi terkait dalam pengamanan lebaran 2017 ini. Karena, menurutnya untuk mensukseskan Operasi Ramadniya dibutuhkan dengan kerja sama dan bantuan dari TNI, Kementrian Kesehatan, Kementrian PUPR, Kominfo, Basarnas, dan Jasa Marga.

“Kita harus siap, kita miliki komitmen bersama bahwa ini tugas mulia untuk kita. Kita memang dibayar negara untuk bekerja seperti ini. Mereka berlebaran, liburan, kita justru hadapi puncak kegiatan. Ini risiko untuk abdi negara. Siapa lagi yang menjaga rakyat kalau bukan kita, ini tugas suci di bulan Ramadhan,” tandas Jenderal Tito Karnavian.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR