Kapolda: Fokus Operasi Ramadniya, Polisi Tunda Pengusutan Kasus Rizieq Shihab

Irjen-M-Iriawan-1
Irjen M Iriawan. (foto: detik.com)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menunda pengusutan kasus pornografi dengan tersangka pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen M Iriawan, langkah ini diambil agar kepolisian dapat lebih fokus melaksanakan operasi Ramadniya 2017 menjelang hari raya Idul Fitri.

“Ada yang lebih penting, operasi kemanusiaan ini Ramadniya. Ini (kasus Rizieq Shihab) kami hold sebentar,” kata Irjen M Iriawan saat dikonfirmasi di Lapangan Monumen Nasional, Senin, 19 Juni 2017.

Sementara, ditegas Irjen M Iriawan, Operasi Ramadniya 2017 merupakan operasi pengamanan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2017. Operasi ini dilakukan serentak di Indonesia oleh kepolisian dan berbagai instansi terkait.

Baca juga:   Kejati DKI: Berkas Perkara Ahmad Dhani Tahap Pertama Sudah Masuk Kejaksaan

Lebih lanjut, Irjen M Iriawan juga mengatakan, meski ditunda beberapa langkah mengenai kasus itu sudah dilakukan. Pemeriksaan saksi-saksi sudah dilaksanakan sejak beberapa minggu terakhir.

Firza Husein dan Fatimah Husein Assegaf atau Kak Emma adalah saksi terakhir yang diperiksa sebelum kasus ini ditunda. Sementara, Rizieq Shihab belum pernah diperiksa penyidik meski telah dua kali dipanggil.

Selain itu, menurut Irjen M Iriawan, polisi sudah mulai menyusun rencana untuk melanjutkan kasus ini. “Langkah-langkah berikutnya akan kami sampaikan,” kata Irjen M Iriawan.

Baca juga:   Pengamanan Sangat Ketat, Polda Metro Jaya Bantah Adanya Ancaman Pembunuhan Terhadap Ahok

Sementara, ditegaskan Irjen M Iriawan, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah tindakan police to police, mengeluarkan blue notice, dan sebagainya. Bahkan, nama Rizieq Shihab juga telah dimasukan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sedangkan diketahui, Rizieq Shihab menolak pulang ke Indonesia untuk diperiksa terkait kasus ini. Dirinya berdalih kasusnya merupakan bentuk kriminalisasi terhadap ulama.

Selanjutnya, langkah Polda Metro Jaya memulangkan Rizieq Shihab masih buntu. Bahkan, Polda Metro Jaya sempat mengajukan Red Notice untuk Rizieq Shihab ke Interpol, namun ditolak.

SUMBERTempo

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini