Irma-Suryani-Chaniago
Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago. (foto: dok. fraksinasdem)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago mengusulkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk dapat mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2019.

Menurut Irma Suryani Chaniago, keduanya sangat cocok menjadi pasangan pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Saya kira sangat pantas, bahkan cocok, Pak Jokowi seorang pekerja keras, sedangkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang tegas dan berkomitmen menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Irma Suryani Chaniago, saat dikonfirmasi, Minggu 18 Juni 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Irma Suryani Chaniago, Jokowi dapat bertugas mengurus ekonomi, pembangunan serta kesejahteraan rakyat. Kemudian, Jenderal Gatot Nurmantyo bertugas mengurusi politik dan keamanan. Lain itu, dirinya yakin Indonesia akan damai dan sejahtera.

“Jokowi adalah pekerja, beliau bukan orang yang bisa bermain dengan politik praktis, apalagi pencitraan, ketidakpedulian beliau pada orang-orang yang ingin mengacau harus dibantu dengan orang yang mampu mengambil sikap tegas terhadap hal-hal seperti itu,” tegas Irma Suryani Chaniago.

Selain itu, Irma Suryani Chaniago juga melihat sosok tersebut ada dalam diri Jenderal Gatot Nurmantyo. Dirinya menilai pasangan Jokowi-Gatot cocok yakni perpaduan sipil-militer.

“Negara archipelago (kepulauan-red) seperti Indonesia ini keamanannya harus dijaga oleh TNI sementara pembangunan dan kesejahteraannya oleh sipil,” jelas Irma Suryani Chaniago.

Sementara, menurut Irma Suryani Chaniago, NasDem sejauh ini masih mendukung Jokowi menjadi presiden di 2019. Pasalnya, Jokowi berkomitmen membangun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Contohnya, pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia Timur. Kemudian, fasilitas listrik, pelabuhan dan bandara yang menghubungkan antarpulau.

Selenjutnya, Irma Suryani Chaniago juga menilai, Jokowi seorang pekerja yang lebih memilih meninggalkan kemaslahatan untuk rakyat dari pada pencitraan dengan bantuan-bantuan sesaat yang tidak mengubah apa pun untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kekurangan beliau cuma satu. Tidak ambil pusing pada orang-orang yang menghujat, sehingga sering diposisikan sebagai pemimpin yang lemah. Padahal beliau tidak ingin buang energi untuk menanggapi kritik yang tidak membangun, lebih baik terus bekerja,” tandas Irma Suryani Chaniago yang juga sebagai anggota Komisi IX DPR itu.

loading...