ISIS-Marawi

MANILA, harianpijar.com – Mahmud Ahmad salah seorang warga negara Malaysia disebut-sebut juga merupakan salah satu otak dari sempalan kelompok militan Islamic State (ISIS) Maute yang kini menguasai Marawi, Filipina Selatan. Lain itu, warga negara Malaysia ini juga membantu Isnilon Hapilon dalam menjalankan Maute.

“Mahmud adalah ahli strategi bagi Hapilon dan dia memiliki hubungan langsung dengan ISIS di Suriah dan Irak,” kata seorang sumber dari keamanan Filipina yang tidak mau disebutkan namanya.

Lain itu, dirinya juga mengatakan, Maute kini berdiri sebagai kelompok militan dengan anggota yang terlatih dan canggih dibanding ISIS yang berada di Suriah dan Irak.

“Militer Filipina meremehkan kekuatan dan pengaruh ISIS di Marawi. Padahal Maute sekarang sudah membuat rencana untuk melebarkan cengkeramannya di Asia Tenggara,” lanjutnya.

Menurut keterangannya, Maute kini sedang membangun sebuah benteng pertahanan yang mencakup senjata anti-pesawat terbang, bunker bawah tanah dan menggunakan warga sipil sebagai ‘tameng’.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu 17 Juni 2017, sebenarnya Maute dipimpin oleh dua bersaudara yaitu Omar Khayyam Romato Maute dan Abdullah Maute. Lain itu, mereka juga termasuk militan yang terlatih.

Sedangkan, menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga menyebut bahwa ada 38 warga negara Indonesia di Filipina dan bergabung dengan kelompok Maute. Namun, kabar ini belum benar-benar dikonfirmasi.

Selain itu, Polri sempat merilis ada tujuh warga negara Indonesia yang kini menjadi buronan Polisi Nasional Filipina. Ketujuh warga negara Indonesia tersebut diduga bergabung dengan kelompok teror di Filipina dan turut dalam pertempuran dengan militer Filipina, bulan lalu.

loading...