Komnas-HAM-Muhammad-Nurkhoiron
Muhammad Nurkhoiron, Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan dengan pandangan Rizieq Shihab. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus dugaan kriminalisasi terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, bukan kriminalisasi terhadap ulama.

Menurut Komisioner Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron, kasus Rizieq Shihab masih ditangani oleh tim yang dipimpin oleh komisioner lainnya, yakni Natalius Pigai. Lain itu, pihaknya masih menunggu kesimpulan akhir dari penyelidikan tersebut.

Namun, ditegaskan Muhammad Nurkhoiron, walaupun begitu kasus Rizieq Shihab itu bukanlah kriminalisasi terhadap ulama. “Istilah kriminalisasi itu tak boleh mewakili golongan tertentu,” tegas Muhammad Nurkhoiron.

“Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan dengan pandangan Rizieq Shihab,” lanjut Muhammad Nurkhoiron.

Lebih lanjut, juga dikatakan Muhammad Nurkhoiron, kemungkinan hasil penyelidikan itu akan disampaikan pada Juli nanti. Sementara, Komnas HAM saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan tokoh lainnya macam Rizieq Shihab dan Al Khaththath.

Baca juga:   Sidang Suap Pajak, Nama Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Syahrini Disebut

Sedangkan, menurut Muhammad Nurkhoiron, Presidium Alumni 212 meminta Komnas HAM untuk menyampaikan hasil rekomendasi atas penyelidikan mereka terhadap kasus yang disampaikan Presidium tersebut. Namun, pihaknya masih belum merampungkan penyelidikannya.

Selain itu, saat ditanya tentang proses penyelidikan terhadap Rizieq Shihab, Muhammad Nurkhoiron menjelaskan dirinya masih belum mengetahui hal tersebut karena belum disampaikan tim yang menangani kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui, Rizieq Shihab saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum mau memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kasus dugaan pornografi yang menyeretnya.

Sedangkan, Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus chat mesum bersama dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein. Lain itu, kepolisian sebelumnya sudah mengajukan Red Notice kepada NCB Interpol Indonesia untuk menangkap Rizieq Shihab, namun ditolak.

Baca juga:   Terkait Kasus Dokter Fiera Lovita di Solok, Polri: Kalau Merasa Terancam Jangan Lapor Ke Medsos

Sementara, menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, bagaimana langkah memulangkan Rizieq Shihab akan dirancang lagi setelah berkas perkaranya dinilai lengkap.

Dirinya juga membantah proses penanganan perkara Rizieq Shihab yang dinilai tidak sesuai prosedur. Karena, menurutnya, penyidik bertekad menyelesaikan berkas hingga ke penuntut umum.

“Pokoknya kasus ini kita lanjutkan terus sampai ke penuntut umum,” kata Kombes Argo Yuwono.

Sebelumnya, polisi mengklaim punya cara lain untuk memulangkan Rizieq Shihab setelah permohonan red notice ditolak Interpol. Dirinya mengatakan, salah satu caranya adalah police to police. Namun dirinya enggan menjelaskan lebih rinci upaya ini.

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar