Wakil Ketua Komisi III DPR: Novel Baswedan Ungkap Kekecewaan, Karena Poldanya Tidak Beres

desmond-j-mahesa
Politisi Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa mengatakan pernyataan Novel Baswedan saat diwawancarai media internasional Time terkait perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya menunjukkan belum adanya kepastian hukum dari kepolisian atas kasus tersebut.

Menurut Desmond J Mahesa, Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menangani kasus itu nyatanya tak juga mampu mendapatkan hasil positif.

“Ya sesuatu hal yang bila Polda tidak melakukan langkah-langkah yang positif, karena dalam hal ini Novel adalah pencari keadilan, sesuatu yang wajar dia mengharapkan kepastian keadilan itu. Bagi korban, ini adalah harapan yang luar biasa,” kata Desmond J Mahesa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu 14 Juni 2917 lalu.

Lebih lanjut, ditegaskan Desmond J Mahesa, dirinya juga menilai wajar jika ada usulan dari masyarakat sipil agar dibentuknya tim khusus penanganan kasus Novel Baswedan. Karena, semata-mata Polda Metro hingga saat ini belum juga mampu mengungkap kasus tersebut.

Baca juga:   Disebut Terima Aliran Dana Proyek e-KTP, Ade Komarudin Kaget

“Ya usulan ini jangan disalahkan. Karena Poldanya nggak beres dan Novel berharap kepada Mabes. Harapannya kalau mabes melakukan tindakan, bereskan. Ini yang menurut saya harus diapresiasi dan didukung,” tegas Desmond J Mahesa.

Selain itu, Desmond J Mahesa juga mengatakan, sebagai bagian dari Komisi III DPR RI, dirinya mendukung dan apresiasi agar keluhan Novel Baswedan ini untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Lain itu, Mabes Polri juga harus tanggap jika memang Polda Metro dinilai tidak mampu menangani kasus tersebut.

“Tinggal harapan ini ditanggapi positif atau tidak oleh Mabes Polri,” kata politisi Parta Gerindra itu.

Seperti diberitakan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan buka-bukaan saat diwawancarai media internasional Time terkait perkembangan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadapnya. Lain itu, dirinya juga menilai kasus tersebut jalan di tempat.

Baca juga:   Hasto PDIP: Penerbitan Perppu Sebelum UU KPK Dijalankan Kurang Tepat

Menurut Novel Baswedan, dirinya pernah mendapat informasi ada seorang jenderal kepolisian terlibat dalam kasus penyiraman tersebut. Walaupun dirinya tidak yakin dengan informasi itu, namun tidak kunjung jelasnya kasus penyiraman oleh kepolisian membuat dirinya kembali memikirkan informasi tersebut.

“Sebenarnya saya sudah menerima informasi bila seorang jenderal polisi, seorang pejabat polisi tingkat atas, telah terlibat. Awalnya, saya mengatakan bila informasi itu bisa saja salah. Namun kini ketika telah 2 bulan berlalu dan kasus tersebut belum juga terpecahkan, saya katakan, perasaan terhadap informasi itu bisa saja benar,” kata Novel Baswedan kepada Time, Rabu 14 Juni 2017.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar