Widyo Pramono: Tim Jamwas Kejagung Akan Periksa Jaksa Bengkulu Yang Kena OTT

jaksa-muda-2
Jamwas Widyo Pramono, selain Parlin Purba tim Jamwas juga akan memeriksa Amin Anwari (AA) selaku pejabat pembuat komitmen Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII, dan Murni Suhardi (MS) selaku Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjunto yang ditangkap dalam OTT tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Kasi III Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba yang ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), pekan ini akan diperiksa tim investigasi Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Lain itu, Parlin Purba akan diperiksa terkait dugaan pelanggaran kode etik kejaksaan.

“Insya Allah hari Jumat di KPK. Yang bersangkutan dan yang lain yang turut ditangkap itu supaya jelas masalahnya,” kata Jamwas Widyo Pramono, ketika dikonfirmasi, Rabu 14 Juni 2017.

Menurut Widyo Pramono, tim Jamwas akan mendatangi KPK untuk memeriksa dugaan pelanggaran disiplin pegawai negeri. Selain Parlin Purba, tim Jamwas juga akan memeriksa Amin Anwari (AA) selaku pejabat pembuat komitmen Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII, dan Murni Suhardi (MS) selaku Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjunto yang ditangkap dalam OTT tersebut.

Baca juga:   Busyro: Kapolri Diminta Tarik Firli Bahuri dari Capim KPK

Lebih lanjut, ditegaskan Widyo Pramono, tim dari Jamwas sudah diterjunkan ke Bengkulu untuk memeriksa proses etik kasus tersebut. Lain itu, penyelidikan proses etik tersebut dimulai sejak Senin 12 Juni 2017 lalu.

Baca juga:   Soal RUU KPK, Busyro Sebut Presiden Main-Main dan Membodohi Publik

“Jadi sejak hari itu atau mulai Senin kemarin tim Jamwas sudah turun ke Bengkulu dipimpin oleh pak Inspektur V, Ruskanedi, ya kita tunggu hasilnya. Besok sudah kembali,” tegas Widyo Pramono.

Sebelumnya, Jamwas langsung mendatangi KPK ketika ada kabar soal oknum Jaksa di Bengkulu yang diamankan karena OTT. Selanjutnya, kedatangannya untuk mengajukan permintaan izin memeriksa Kasi III Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba yang ditangkap karena kasus suap.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar