Kabid Humas Polda Metro: Sekitar 3 Orang Pantau Pergerakan Davidson Saat Ambil Uang di Bank

argo-1-3
Kombes Argo Yuwono, jadi kami mendapatkan informasi bahwa di bank yang bersangkutan ternyata di dalamnya sudah ada mata-mata.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyebut tewasnya Davidson Tantono (30), diduga telah dimata-matai oleh jaringan kelompok perampok. Lain itu, korban Davidson Tantono sudah dipantau sejak mengambil uang di salah satu bank swasta di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

“Jadi kami mendapatkan informasi bahwa di bank yang bersangkutan ternyata di dalamnya sudah ada mata-mata. Artinya mata-mata ya dari kelompok ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu 14 Juni 2017.

Baca juga:   Badan Hukum HTI Dicabut, Polisi Siaga Jika Ada Aksi Demo

Menurut Kombes Argo Yuwono, mata-mata dari jaringan perampok sadis itu bertugas mengintai nasabah bank yang mengambil uang dengan jumlah besar. Kemudian, melaporkan ke temannya yang sudah berada di pos masing-masing.

“Pokoknya di dalam itu dia melihat orang-orang siapa yang mengambil uang sendirian dalam jumlah yang besar, lebih dari satu orang di dalam itu, dia menunggu, nanti dikabari sama temannya kalau ada ini (tarikan uang jumlah besar),” kata Kombes Argo Yuwono.

Baca juga:   Polda Metro Akan Tahan Jonru Ginting Malam Ini

Lebih lanjut, dikatakan Kombes Argo Yuwono, diduga mata-mata yang ditugaskan di dalam ruangan bank berjumlah tiga orang. Lain itu, tugas dari mata-mata ini mengintai nasabah yang tanpa pengawal saat mengambil uang tunai.

“Sekitar tiga orang lah di situ menjadi mata-mata di situ, jadi dia bisa mencari atau dia itu melihat-lihat, nasabah siapa, nasabah mana yang dia sendirian dengan mengambil uang yang banyak,” tandas Kombes Argo Yuwono.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar