Berkaca Peledakan Bom Kampung Melayu, Wakapolri: Polisi Antisipasi Aksi Teroris Saat Mudik

Komjen-Syafruddin-1
Wakapolri Komjen Syafruddin. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Dua hari menjelang Hari Raya Idul fitri diyakini menjadi puncak arus mudik tahun 2017. Lain itu, sejumlah persiapan dilakukan termasuk antisipasi teror saat arus mudik.

Menurut Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Syafruddin mengatakan, pihaknya tidak boleh terlalu percaya diri. Karena itu, pihaknya terus berkaca dari kejadian ledakan bom bunuh diri Terminal Kampung Melayu pada Rabu, 24 Mei lalu.

“Penanggulangan teror tak bisa diabaikan, bahkan kita tingkatkan antisipasinya,” kata Komjen Syafruddin di NTMC Korlantas Porli, Jakarta, sebelum pelepasan tim monitor mudik oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional, Selasa, 13 Juni 2017.

Baca juga:   Kronologi Penangkapan Politikus PKS MNU di Terminal II Bandara Juanda

Selanjutnya, ditegaskan Komjen Syafruddin, saat arus mudik masyarkat berbondong-bondong menuju ke kampung halaman. Petugas pun banyak tersebar di ruas arus mudik. Keramaian dan petugas, menurutnya harus waspada karena diduga menjadi target aksi teror.

“Oleh karenanya kita antisipasi itu. Saya pesankan agar masyarakat waspada. Saya pesankan seluruh jajaran untuk waspadai ini. Ada hal teknis yang sudah kita sampaikan,” tegas Komjen Syafruddin.

Baca juga:   Djarot: Mereka Yang Punya Pikiran Teroris, Tidak Layak Tinggal di Indonesia

Lebih lanjut, Komjen Syafruddin juga mengatakan, aksi teror ekstrimisme tidak hanya terjadi di Indonesia. Di seluruh dunia aksi serupa juga terjadi, salah satunya di Eropa.

“Khusus mudik tahun ini, kita antisipasi untuk teroris ini. Personel Polri kita tambang untuk menangani yang teror dari aspek intel dan penanggulangan dan sebagainya,” tandas Wakil Kepala Kepolisian RI ini.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar