Pengamat: Ini Hak yang Bisa Didapat Ahok Setelah Jadi Narapidana

abdul-fickar-hadjar
Pakar Hukum Tata Negara Abdul Fickar Hadjar.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menjelaskan, sejak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara penistaan agama mencabut bandingnya, status Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara otomatis menjadi narapidana. Lain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seharusnya ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (LP).

“Sejak JPU perkara penodaan agama mencabut bandingnya, maka status Pak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi narapidana. Konsekuensinya Pak Ahok harus ditempatkan di lembaga pemasyarakatan (LP),” kata Abdul Fickar Hadjar, saat dikonfirmasi, Minggu 11 Juni 2017.

Menurut Abdul Fickar Hadjar, dengan perubahan status tersebut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga mendapat hak-hak seperti narapidana pada umumnya. Salah satu yang bisa diperolehnya adalah remisi (pengurangan masa tahanan).

Baca juga:   Djarot: PNS DKI Menyambut Gembira Permohonaan Maaf dari Ahok

Selain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga berhak mengajukan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali (PK) serta meminta grasi kepada presiden.

“Demikian juga sebagai narapidana, mempunyai hak-hak yang akan didapatkan di LP yaitu remisi. Selain remisi, Pak Ahok juga berhak untuk mengajukan upaya hukum luar biasa Peninjauan kembali (PK) serta minta grasi (pengampunan) pada Presiden,” kata Abdul Fickar Hadjar.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara resmi mencabut banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Lain itu, pencabutan banding tersebut dilakukan setelah sebelumnya kubu Ahok terlebih dahulu mencabut permohonan banding atas vonis dua tahun penjara tersebut.

Baca juga:   Menteri Agama: Soal Kasus Ahok, Diminta Ummat Islam Harus Menghormati Keputusan Pengadilan

Setelah kedua kubu (Jaksa dan kubu Ahok) mencabut banding, secara otomatis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi narapidana dan penahanannya harus dipindah ke lembaga pemasyarakatan. Namun, hingga kini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar