Pasca OTT, Aktivis Pertanyakan Sejumlah Kasus Korupsi yang “Diputihkan” Kejati Bengkulu

melyan-sori
Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Melyan Sori, ada beberapa kasus korupsi yang menjadi sorotan masyarakat namun dihentikan oleh kejaksaan, kami meminta Kejati membuka kembali kasus yang dihentikan tanpa alasan kuat itu.

BENGKULU, harianpijar.com – Pasca ditangkapnya Kasi III Intel Kejati Bengkulu, Parlin Purba (PP), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini, sejumlah aktivis antikorupsi di Bengkulu kembali mempertanyakan beberapa kasus yang diputihkan oleh Kejati Bengkulu.

Menurut Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu, Melyan Sori, ada sejumlah kasus korupsi yang menjadi sorotan masyarakat oleh pihak kejaksaan. Karena itu, kami minta Kejati Bengkulu membuka kembali kasus yang sempat dihentikan.

“Ada beberapa kasus korupsi yang menjadi sorotan masyarakat namun dihentikan oleh kejaksaan, kami meminta Kejati membuka kembali kasus yang dihentikan tanpa alasan kuat itu,” kata Melyan Sori, Minggu 11 Juni 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Melyan Sori, kasus yang dihentikan dengan istilah dizerokan itu yakni, dugaan Tindak pidana korupsi (Tipikor) pembangunan pasar Tradisional Modern Panorama, dugaan tindak pidana korupsi bansos Pemkot Bengkulu tahun 2012 yang melibatkan beberapa mantan anggota DPRD Kota Bengkulu.

Baca juga:   KPK Lakukan Pendampingan Enam Pemerintah Daerah di Provinsi Bengkulu

Selanjutnya, perkara korupsi gratifikasi anggota DPRD Kota Bengkulu dalam pembahasan dan pengesahan APBD Kota Bengkulu tahun 2012, 2013, dan 2014. Lain itu, perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Kota Bengkulu dan staf sekretariat DPRD.

Sementara, menurut Melyan Sori, beberapa perkara korupsi tersebut telah ada pelaku yang mengaku, menyerahkan barang bukti dan mengembalikan uang yang dikorupsi namun tidak ada lanjutan penegakkan hukum.

“Ada kasus korupsi yang ditangani kejaksaan di Asintel Kejati, yakni dugaan korupsi yang dilakukan media center Pemprov Bengkulu, kata Kajati ada miliaran dana daerah dikelola media center, saat ini kasus tersebut perkembangannya nihil,” kata Melyan Sori.

Baca juga:   KPK Belum Tahu Soal Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

Sedangkan, ditegaskan Melyan Sori, operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Kasi III Intel Kejati Bengkulu Parlin Purba, dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja kejaksaan di Bengkulu dan seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Kejati Bengkulu telah memastikan beberapa kasus korupsi Kejari di bawah kewenangan Kejati Bengkulu dipastikan statusnya. Lain itu, terdapat beberapa kasus korupsi yang dihentikan atau tidak dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

Selain itu, pada Mei 2017 Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Sendjun Manullang mengosongkan (zero) tunggakan beberapa perkara korupsi. Ini sesuai dengan instruksi Kejaksaan Agung.

“Semua kasus korupsi di bawah tahun 2015 ditentukan kepastiannya, dilanjutkan atau dihentikan, ini sesuai dengan instruksi Kejagung, guna mendukung program tidak ada tunggakan kasus (zero),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Sendjun Manullang pada Mei 2017.

PILIHAN SPONSOR

BACA JUGA
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar